KETIKKABAR.com – Iran menargetkan lebih banyak lokasi di negara-negara Arab Teluk sepanjang malam hingga Jumat (3/4/2026), hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran untuk menekan Teheran agar memulai negosiasi perdamaian.
Arab Saudi melaporkan telah mencegat beberapa drone pada dini hari. Serangan ini terjadi setelah Trump mengunggah video yang menunjukkan jembatan yang hancur—diduga penghubung utama antara Karaj dan Teheran—serta memperingatkan akan ada serangan lanjutan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai.
Konflik yang kini memasuki minggu kelima tersebut juga mulai memicu krisis energi global, terutama akibat terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz.
Iran tetap menunjukkan sikap menantang. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan serangan terhadap infrastruktur sipil tidak akan melemahkan posisi negaranya.
“Serangan terhadap struktur sipil tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah.”
Teheran juga belum menunjukkan tanda-tanda menerima tuntutan Washington untuk berdamai, bahkan menetapkan prasyarat sendiri yang dinilai sulit diterima oleh AS dan Israel.
Ancaman Infrastruktur Sipil
Trump memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada 6 April, AS akan memperluas target serangan ke fasilitas energi dan pembangkit desalinasi air di Iran. Ancaman ini memicu perdebatan internasional terkait potensi pelanggaran hukum humaniter.
Sinyal Penarikan Pasukan
Di tengah eskalasi, Trump memberi sinyal kemungkinan menarik pasukan AS dalam dua hingga tiga minggu ke depan, meski Selat Hormuz masih tertutup. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Teluk terkait komitmen keamanan AS.
Dampak Regional
Serangan Iran juga menyasar ladang gas besar di kawasan Teluk. QatarEnergy melaporkan kerusakan fasilitas yang diperkirakan membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun untuk pemulihan penuh.
Kesiapan Militer
Iran merespons ancaman operasi darat dengan memperkuat pertahanan di sekitar pelabuhan minyak utama serta meluncurkan kampanye perekrutan massal, mengingatkan pada periode Perang Iran-Irak.
Perundingan Macet
Upaya mediasi oleh Oman dan Mesir sejauh ini belum membuahkan hasil. Baik pihak Gedung Putih maupun Teheran dilaporkan belum siap untuk memulai perundingan resmi.
Konflik ini terus mengguncang pasar energi global, dengan puluhan kapal tanker minyak dan kapal kontainer masih tertahan di pintu masuk Selat Hormuz sejak perang pecah pada akhir Februari lalu. []










