Daerah

Wakapolda Aceh Lepas 249 Mahasiswa STIK Usai Tugas Pengabdian di Daerah Terdampak Bencana

KETIKKABAR.comWakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., memimpin apel pelepasan 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83/WPS yang telah menuntaskan tugas Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di sejumlah daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Apel pelepasan berlangsung di Meuligoe Polda Aceh pada Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan itu dihadiri para Paping mahasiswa STIK, Irwasda Polda Aceh, Karo SDM Polda Aceh, Kabidpropam Polda Aceh, Kabidhumas Polda Aceh, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang dibacakan Wakapolda Aceh, disebutkan bahwa sejak 9 Februari 2026 sebanyak 249 mahasiswa STIK Angkatan ke-83/WPS telah tiba di Aceh untuk melaksanakan Dianmas di 12 kabupaten/kota terdampak bencana alam.

BACA JUGA:
Raih Nilai 91,54 Persen dari Kemenpan-RB, Polda Aceh Perkuat Pengawasan Internal

“Penugasan tersebut menuntut kepekaan, kemampuan adaptasi, serta kepemimpinan lapangan yang nyata. Dalam situasi pascabencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran negara yang menenangkan, menguatkan, dan memberikan harapan. Di sinilah saudara hadir sebagai wajah Polri yang humanis dan solutif,” demikian amanat Kapolda Aceh.

Selama pelaksanaan Dianmas, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penyaluran bantuan, pembersihan fasilitas umum, trauma healing, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya.

Kegiatan itu dinilai membantu percepatan pemulihan fisik sekaligus membangun optimisme masyarakat pascabencana.

Kapolda Aceh juga menyampaikan bahwa pada Rapim Polda Aceh 24 Februari 2026 telah diberikan penghargaan kepada para Paping dan perwakilan mahasiswa STIK Angkatan ke-83 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

BACA JUGA:
Perkuat Wisata Berkelanjutan, Tiga Lembaga Bersinergi Kelola Kawasan Kilometer Nol Sabang

“Penghargaan tersebut merupakan refleksi bahwa kerja keras, loyalitas, dan keikhlasan tidak pernah luput dari perhatian,” ujarnya.

Ia menambahkan pengalaman Dianmas di Aceh menjadi laboratorium kepemimpinan yang berharga bagi para mahasiswa.

Mereka diingatkan bahwa memimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi juga mendengar dan hadir dengan empati.

“Saudara telah bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik institusi, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan selaras dengan tujuan pendidikan. Semoga seluruh pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan menjadi amal pengabdian yang bernilai dan membanggakan, baik bagi institusi maupun bagi diri pribadi,” pungkas Kapolda Aceh dalam amanatnya. []

TERKAIT LAINNYA