Ekonomi

105.000 Unit Kendaraan dari India Untuk Kopdes, Siapa Untung Siapa Rugi?

KETIKKABAR.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid menyoroti rencana impor 105.000 kendaraan niaga untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ia meminta pemerintah tidak hanya melihat sisi harga, tetapi juga dampaknya terhadap industri otomotif nasional dan tenaga kerja.

“Jangan sampai koperasi diperkuat, tetapi industri otomotif nasional justru kehilangan momentum,” ujar Nurdin dalam siaran pers, Minggu (22/2/2026).

Menurut Nurdin, penguatan koperasi desa memang penting untuk memangkas rantai distribusi dan memperkuat ekonomi rakyat.

Namun, impor dalam jumlah besar harus dijelaskan secara terbuka, terutama soal alasan teknis dan kemampuan produksi dalam negeri.

Ia menegaskan belanja negara semestinya memperkuat produksi nasional, meningkatkan nilai tambah, dan membuka lapangan kerja.

Nurdin juga mempertanyakan apakah sudah ada kajian menyeluruh soal keterlibatan industri lokal, termasuk peluang perakitan di dalam negeri.

BACA JUGA:
Revisi UUPA, Bupati Aceh Besar Minta Peran Para Pihak MoU Helsinki Dihadirkan

Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan impor dilakukan karena pertimbangan harga dan kapasitas produksi.

Perusahaan ini mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Rinciannya, 35.000 pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra Ltd., 35.000 pikap 4×4 dari Tata Motors, serta 35.000 truk roda enam dari Tata Motors.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pengiriman dilakukan bertahap. “Sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini kita usahakan bisa sampai semua,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan harga pikap 4×4 dari India hampir setengah lebih murah dibanding harga di pasar Indonesia. Selain itu, industri nasional dinilai belum mampu memasok hingga 70.000 unit pikap 4×4 dalam waktu singkat tanpa mengganggu stok domestik.

BACA JUGA:
Indonesia-Rusia Matangkan Rencana Pembangunan Kilang dan Storage

Kendaraan 4×4 dipilih karena kebutuhan distribusi di wilayah dengan medan berat, termasuk akses ke area persawahan.

Rencana impor ini pun memunculkan dua sisi: dorongan efisiensi anggaran untuk koperasi desa, dan kekhawatiran dampaknya terhadap kemandirian industri otomotif nasional dalam jangka panjang. []

TERKAIT LAINNYA