Internasional

Militer AS Siap Serang Iran Akhir Pekan, Trump Belum Putuskan

KETIKKABAR.comMiliter Amerika Serikat (AS) dilaporkan siap menyerang Iran paling cepat akhir pekan ini. Namun, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan keputusan final terkait langkah tersebut.

Sejumlah pejabat keamanan nasional AS menggelar rapat pada Rabu (18/2/2026) di Situation Room, Gedung Putih, untuk membahas perkembangan Iran.

Beberapa sumber pejabat senior AS mengatakan kepada CNN bahwa Gedung Putih telah mendapat pengarahan militer dalam posisi siap melakukan serangan pada akhir pekan.

Meski begitu, salah seorang sumber pejabat menegaskan Trump masih mempertimbangkan berbagai opsi sebelum mengambil keputusan terkait tindakan militer.

Trump disebut meminta pendapat para penasihat serta negara-negara sekutu di kawasan mengenai langkah terbaik yang harus diambil.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Trump juga menerima pengarahan dari utusan khusus untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta penasihat kepresidenan Jared Kushner, mengenai hasil perundingan dengan Iran di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu.

Belum jelas apakah Trump akan memutuskan menyerang Iran pada akhir pekan atau tidak. “Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini,” kata seorang sumber.

Kesiapan AS untuk menyerang Iran pada akhir pekan pertama kali dilaporkan oleh CBS News. Disebutkan, negosiator Iran dan AS berunding secara tidak langsung selama 3,5 jam di Jenewa dengan mediasi Oman. Pertemuan itu berakhir tanpa resolusi yang jelas.

Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran mengatakan kedua pihak menyepakati serangkaian prinsip. Meski demikian, seorang pejabat AS menyebut masih banyak perincian yang perlu dibahas.

BACA JUGA:
Iran Batalkan Pembukaan Selat Hormuz dan Berlakukan Pembatasan Ketat Jalur Pelayaran

Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt berharap Iran menentukan sikap yang jelas atas negosiasi nuklir yang telah berlangsung dua putaran.

AS, kata dia, masih menunggu kejelasan tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Namun Leavitt tidak menjelaskan apakah Trump akan menunda serangan selama periode tersebut. []

TERKAIT LAINNYA