Daerah

Pangdam IM Dampingi Menhan Tinjau Normalisasi Sungai di Aceh Tamiang

KETIKKABAR.com – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo mendampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 12 Februari 2026.

Kunjungan itu difokuskan pada peninjauan progres normalisasi sungai serta pelaksanaan tugas Satgas Kuala di Kecamatan Seruway.

Agenda tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan program strategis nasional di bidang penataan kawasan dan mitigasi potensi bencana berjalan sesuai rencana dan standar teknis.

Pemerintah juga ingin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan pihak terkait dalam percepatan pembangunan di wilayah rawan bencana.

Satgas Kuala mengemban tugas teknis untuk mengantisipasi banjir susulan di Aceh Tamiang. Upaya yang dilakukan antara lain normalisasi alur sungai, pembukaan jalur air, serta penataan kawasan muara.

Langkah itu diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi, sekaligus meminimalkan sedimentasi yang kerap memicu banjir di wilayah pesisir dan daerah aliran sungai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur Syamsuddin, bersama sejumlah pejabat TNI dan pemerintah daerah.

BACA JUGA:
Lantik Pengurus DPP Muda Seudang 2026-2030, Gubernur Aceh Tekankan Peran Strategis Pemuda

Rombongan Menteri Pertahanan tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, menggunakan helikopter Caracal HT-7202 TNI AU.

Dari lokasi itu, rombongan menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk meninjau lapangan dan menggelar rapat koordinasi.

Di posko tersebut, Menteri Pertahanan menerima paparan mengenai perkembangan pekerjaan, capaian di lapangan, serta kendala teknis yang dihadapi.

Dalam rapat koordinasi itu juga ditekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan efektif dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi risiko banjir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke kawasan Muara Kuala Penaga, Kecamatan Bendahara. Namun kunjungan ke area muara dan Kapal J7 tidak dapat dilakukan secara langsung karena kondisi air laut surut, sehingga kapal RBB TNI AL tidak dapat memasuki kawasan tersebut. Pemantauan tetap dilakukan melalui laporan situasi dari unsur Satgas di lapangan.

BACA JUGA:
Mediasi Wagub Fadhlullah Akhiri Kebuntuan APBK Aceh Singkil 2026

Setelah rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali ke helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Baru dan bertolak menuju Lanud Soewondo, Kota Medan, Sumatera Utara, menggunakan helikopter TNI AU. Seluruh agenda kunjungan kerja berlangsung aman dan lancar.

Kunjungan ini diharapkan memberi gambaran langsung kepada Menteri Pertahanan mengenai progres pekerjaan, termasuk hambatan teknis, sosial, dan lingkungan.

Pemerintah menilai hasil peninjauan tersebut dapat menjadi dasar penetapan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di Aceh Tamiang. []

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burlah Aceh Tengah Capai 50 Persen

TERKAIT LAINNYA