KETIKKABAR.com – Pasukan Israel membongkar paksa puluhan bangunan milik warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki pada Selasa, 10 Februari 2026.
Operasi pembongkaran dilaporkan meluas di sejumlah wilayah setelah kabinet Israel merestui aturan baru yang mempermudah perampasan tanah oleh pemukim Yahudi ilegal.
Salah satu rumah yang dibongkar adalah milik aktivis Palestina Fakhri Abu Diab. Pembongkaran dilakukan saat pasukan Israel menyerbu dengan polisi, staf kota, dan buldoser.
“Ini operasi yang sangat intens,” kata Abu Diab kepada The New Arab. “Mereka merusak tembok dan pagar rumah milik enam keluarga Palestina,” tambah dia.
Menurut laporan sumber lokal dan Wadi Hilwah Information Center, pasukan Israel menggerebek lingkungan Al-Bustan, Silwan, Yerusalem Timur, serta menyingkirkan tembok dan pagar di sekitar rumah warga.
Sedikitnya dua warga Palestina ditahan selama penggerebekan tersebut. Palestine Red Crescent Society mengonfirmasi empat warga lainnya terluka dalam operasi di Silwan.
Otoritas Israel kerap membenarkan pembongkaran dengan alasan bangunan tidak memiliki izin, terutama di wilayah yang berada di bawah kendali penuh mereka.
Namun, warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa memperoleh izin hampir mustahil bagi warga Palestina.
Mereka menilai pembongkaran digunakan untuk mengubah komposisi demografis demi kepentingan pemukim Israel.
Abu Diab mengatakan sejak 7 Oktober 2023, sebanyak 37 rumah telah dibongkar di wilayah tersebut, sementara rumah lain menerima pemberitahuan pengosongan atau pembongkaran.
Ia menyebut sebagian kawasan Al-Bustan akan diubah menjadi taman, kebun, dan area parkir sesuai rencana kota untuk pemukim Yahudi.
“Eksistensi kami di wilayah ini yang menjadi sasaran. Tempat di mana rumah dan kamar tidur kami berdiri akan berubah menjadi taman atau area parkir,” ujar Abu Diab.
“Ini merupakan bagian dari rencana luas untuk menegakkan kedaulatan, dominasi, dan kontrol atas Yerusalem Timur melalui kekerasan. Tujuannya mengosongkan kota ini,” tambah dia.
Menurut Colonization and Wall Resistance Commission, sejak Oktober 2023 Israel telah melakukan 1.014 pembongkaran di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
Tindakan tersebut memengaruhi 3.679 bangunan, termasuk 1.288 rumah yang dihuni.
Israel memperketat operasi militer di Tepi Barat sejak perang di Gaza pada Oktober 2023. Data Palestina menyebut sebanyak 1.112 warga Palestina tewas, lebih dari 11.500 terluka, dan lebih dari 21.000 orang ditahan selama periode tersebut. []
Ketegangan Memanas! Pesawat Pengintai P-8A dan Drone Triton AS Beroperasi di Sekitar Perbatasan Iran
Source: CNN


















