Internasional

Bikin Israel Ketakutan! Seberapa Mematikan Rudal Iran?

KETIKKABAR.comIran kembali menegaskan bahwa program rudal balistiknya tidak masuk dalam agenda perundingan dengan Amerika Serikat (AS).

Penegasan itu disampaikan setelah kedua negara menggelar pembicaraan nuklir di Oman pada Jumat pekan lalu.

Republik Islam tersebut menyebut kemampuan rudal balistiknya—yang merupakan salah satu yang terbesar di Timur Tengah—sebagai “garis merah” dalam negosiasi apa pun.

Uji terbaru kemampuan rudal Iran terjadi selama perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025.

Dalam konflik tersebut, Teheran meluncurkan rentetan rudal balistik ke wilayah Israel, menewaskan puluhan orang serta menghancurkan puluhan bangunan dan blok apartemen di kawasan pusat dan utara negara itu.

Serangan tersebut memicu kekhawatiran serius di Israel dan mendorong tekanan terhadap Washington agar memasukkan isu program rudal balistik Iran ke dalam perundingan terbaru.

Namun, Teheran tetap menolak dan menyatakan hanya bersedia berunding mengenai program nuklirnya.

BACA JUGA:
Kiamat Selat Hormuz! Iran Ancam Ratakan Kapal Perang AS ke Dasar Laut, Trump Nekat Tutup Urat Nadi Dunia!

Menurut analisis Institute for the Study of War (ISW) dan AEI Critical Threats Project, Israel diperkirakan berhasil menghancurkan sekitar sepertiga peluncur rudal Iran selama konflik 12 hari tersebut.

Meski demikian, para pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa negaranya telah pulih dari kerusakan itu dan bahkan meningkatkan kemampuan rudal balistiknya.

Rudal balistik merupakan senjata yang didorong roket pada fase awal peluncuran dan kemudian bergerak mengikuti lintasan jatuh bebas di bawah pengaruh gravitasi.

Rudal ini dapat membawa hulu ledak berisi bahan peledak konvensional maupun muatan lain, termasuk amunisi biologis, kimia, atau nuklir.

Negara-negara Barat menilai persenjataan rudal balistik Iran sebagai ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah sekaligus sebagai potensi sarana pengiriman senjata nuklir apabila Teheran mengembangkan bom atom. Iran sendiri membantah memiliki niat untuk membangun senjata nuklir.

BACA JUGA:
Iran Batalkan Pembukaan Selat Hormuz dan Berlakukan Pembatasan Ketat Jalur Pelayaran

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menyebut Iran memiliki persediaan rudal balistik terbesar di Timur Tengah.

Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan yang ditetapkan sendiri hingga 2.000 kilometer, jarak yang dinilai cukup untuk menjangkau wilayah Israel.

Kekhawatiran Israel kian meningkat seiring laporan bahwa Iran terus mengembangkan teknologi presisi pada rudal-rudalnya. Teknologi tersebut dinilai memungkinkan serangan yang lebih akurat terhadap infrastruktur vital, baik militer maupun sipil. []

Inggris Kerahkan Enam Jet Tempur F-35B ke Siprus di Tengah Kekhawatiran Serangan AS ke Iran

Source: Sindonews

TERKAIT LAINNYA