Internasional

Kremlin Bongkar Permintaan Trump ke Putin: Hentikan Serangan Udara di Kyiv hingga Februari

KETIKKABAR.comKremlin mengungkapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan serangan udara di Kyiv hingga 1 Februari.

Permintaan itu dinilai sebagai upaya membuka ruang bagi negosiasi perdamaian potensial.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan permintaan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon terbaru antara kedua pemimpin.

Hal itu disampaikan Peskov dalam pengarahan kepada wartawan pada Jumat.

“Presiden Trump menyarankan agar kedua belah pihak menunjukkan pengendalian diri untuk memfasilitasi dialog,” ujar Peskov.

“Secara khusus, ada permintaan untuk menunda serangan udara besar di ibu kota Ukraina hingga awal Februari.” tambahnya.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik pemerintahan Trump yang baru. Sejak kembali menjabat pada 20 Januari, Trump melakukan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin di Moskow dan Kyiv.

BACA JUGA:
Trump Tolak Proposal Gencatan Senjata Iran, Sebut Dokumen "Sampah"

Meski mengonfirmasi adanya permintaan tersebut, Kremlin tidak merinci apakah Putin menyetujuinya. Namun, pengamat mencatat adanya penurunan frekuensi serangan drone dan rudal di wilayah Kyiv dalam 48 jam terakhir.

Di Washington, Gedung Putih menolak memberi komentar rinci soal isi percakapan itu. Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut Presiden berkomitmen untuk “menghentikan pertumpahan darah dan membawa semua pihak ke meja perundingan sesegera mungkin.”

Pemerintah Ukraina di bawah Presiden Volodymyr Zelenskiy merespons laporan tersebut dengan hati-hati.

Pejabat di Kyiv menegaskan gencatan senjata sementara harus menjadi bagian dari kerangka yang menjamin kedaulatan Ukraina dan penarikan pasukan Rusia.

Permintaan Trump ini menandai intervensi paling langsung Washington terhadap taktik militer di lapangan sejak ia kembali menjabat. Langkah tersebut menunjukkan pergeseran signifikan keterlibatan AS dibandingkan pemerintahan sebelumnya. []

BACA JUGA:
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata Usai Serangan Tanker di Selat Hormuz

Trump Tetapkan Keadaan Darurat Nasional, Kuba Disebut Ancaman: Siapa Berikutnya?

TERKAIT LAINNYA