Daerah

Wali Kota Sabang Targetkan 50 Persen Kebutuhan Pangan Dipenuhi Lokal

KETIKKABAR.comWali Kota Sabang Zulkifli H. Adam secara tegas mendorong seluruh gampong untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian guna membangun fondasi kemandirian pangan daerah.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan yang selama ini masih sangat bergantung pada pasokan dari daratan.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Republik Indonesia yang harus dijalankan secara kolaboratif bersama unsur TNI dan Polri.

Dalam kunjungannya ke Gampong Paya Seunara pada Kamis (22/1/2026), Wali Kota menegaskan pentingnya sikap antisipatif dalam menghadapi potensi gangguan distribusi pangan akibat kendala transportasi laut.

Sebagai bentuk keseriusan, ia telah meminta Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk menyediakan lahan seluas 200 hektare demi mendukung kegiatan pertanian di 18 gampong.

“Kita sangat membutuhkan lahan untuk memperkuat ketahanan pangan. Karena itu, kami meminta BPKS untuk ikut mendukung dengan menyediakan lahan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Sabang harus siap dan memiliki sikap ke depan. Walaupun nantinya tetap ada pasokan dari daratan, kemandirian pangan harus mulai dibangun mulai dari sekarang,” tegas Wali Kota.

Pemerintah Kota Sabang juga menjamin ketersediaan anggaran serta sarana prasarana pendukung untuk memperluas jangkauan program ini ke seluruh desa yang siap berpartisipasi.

BACA JUGA:
KPK Endus Skandal Rp622 Miliar! Fuad Hasan Masyhur Terseret Arus Korupsi Haji, Bakal Jadi Tersangka Baru?

Selain dukungan materiil, Wali Kota juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat agar lebih siap menghadapi tantangan pangan di masa depan.

“Masyarakat harus siap, memiliki pola pikir jangka panjang dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi, termasuk potensi gangguan distribusi pangan. Karena itu, kesiapan pangan harus dibangun sejak sekarang, disertai dengan motivasi yang terus diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang saat ini tengah fokus melakukan pendampingan teknis, mulai dari penyediaan pupuk hingga penguatan kapasitas para petani lokal melalui tenaga penyuluh.

Untuk tahap awal, komoditas yang diprioritaskan adalah jagung dan padi gogo yang diharapkan mampu memenuhi setidaknya separuh dari total kebutuhan pangan lokal.

Langkah ini diyakini efektif untuk menjaga stabilitas harga dan menekan angka inflasi daerah, terutama saat distribusi barang dari luar pulau terhambat cuaca buruk.

BACA JUGA:
Wagub Fadhlullah Ajak Wartawan Perkuat Kolaborasi dalam Isu Kebencanaan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sabang, Fakri, menjelaskan bahwa meskipun belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan secara mandiri, target produksi 50 persen adalah langkah awal yang signifikan.

“Untuk tahap awal, komoditas yang ditanam sebagian besar adalah jagung dan ada juga padi gogo. Walaupun kebutuhan pangan Sabang belum bisa dipenuhi 100 persen dari produksi lokal, minimal 50 persen kebutuhan dapat dipenuhi melalui program ini. Langkah tersebut, diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terutama saat distribusi pangan dari daratan mengalami kendala,” jelasnya.

Antusiasme warga dalam mendukung program ini terlihat nyata di Gampong Paya Seunara, di mana masyarakat terlibat langsung dalam pengelolaan lahan BUMDes.

Meski sempat terkendala kondisi lahan yang berbatu, pihak gampong berkomitmen untuk terus melakukan perluasan lahan secara permanen melalui sistem gotong royong.

Hal ini ditegaskan oleh Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar Bin Abdul Wahab, yang menyatakan bahwa program ini sudah lama dinantikan oleh warganya. []

Tembus Rp 605 Juta, Segini Estimasi Gaji Kezia Syifa di US Army

TERKAIT LAINNYA