Daerah

BGN Gelar Konsolidasi Pelaksanaan Program MBG di Aceh

KETIKKABAR.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat konsolidasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Aceh di Hermes Palace Hotel, Kota Banda Aceh, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program prioritas nasional tersebut di Tanah Rencong.

Wakil Kepala BGN RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (P) Sony Sonjaya, menyatakan bahwa fokus utama program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Hal ini mencakup balita, ibu hamil, dan anak sekolah guna menekan angka stunting serta malnutrisi.

“Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang produktif dan berdaya saing sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sony dalam keterangannya, Sabtu.

Capaian Satuan Pelayanan di Aceh

Sony mengungkapkan, hingga saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terverifikasi secara nasional telah mencapai 20.880 unit. Khusus untuk wilayah Aceh, terdapat 553 unit SPPG yang tersebar di 23 kabupaten/kota.

“Alhamdulillah, saat ini sudah mencapai 553 SPPG di wilayah Aceh. Dari total keseluruhan secara nasional, tadi malam telah mencapai 20.880 SPPG yang terverifikasi dan operasional,” kata mantan Dirreskrimsus Polda Aceh tersebut.

BACA JUGA:
Bupati Aceh Besar Dampingi Kepulangan Banleg DPR RI, Harapkan Penguatan Regulasi Pemerintahan Aceh

Berdasarkan data BGN, terdapat lebih dari 1,7 juta penerima manfaat program MBG di Aceh setiap harinya. Dengan asumsi indeks rata-rata Rp 10.000 per porsi, pemerintah mengucurkan anggaran sekitar Rp 17.179.800.000 per hari khusus untuk wilayah Aceh.

Tekankan Pemberdayaan Petani dan UMKM Lokal

Besarnya kucuran dana tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki gizi, tetapi juga memutar roda ekonomi daerah. Sony mengingatkan Satuan Tugas (Satgas) MBG di Aceh agar tidak bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah.

Ia menekankan pentingnya memperkuat rantai pasok lokal dengan melibatkan UMKM, petani, dan peternak setempat sebagai pemasok bahan baku.

“Saya ambil contoh, ketika menunya telur di Kabupaten Pidie, berarti dibutuhkan berapa ribu butir telur. Pertanyaan saya, telur yang digunakan di Kabupaten Pidie ini—ini contoh satu kabupaten—berasal dari mana?” tutur Sony.

BACA JUGA:
TNI Pacu Konektivitas Aceh Tenggara, Jembatan Gantung Kumbang Jaya Capai Progres 12,35 Persen

Dukungan dari Aparat Penegak Hukum

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memberikan apresiasinya terhadap langkah konsisten BGN dalam mengawal program ini.

Menurutnya, dampak positif program MBG sudah mulai terasa, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga penguatan usaha kecil menengah.

“Tentunya kita perlu berterima kasih atas Program MBG ini. Banyak manfaat yang dirasakan, termasuk penyerapan tenaga kerja serta penguatan UKM dan UMKM. Program ini patut kita dukung bersama agar berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Marzuki.

Rapat konsolidasi ini turut dihadiri oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kepala BGN Regional Aceh Mustafa Kamal, serta jajaran Satgas MBG wilayah Aceh. []

Relawan Muhammadiyah Bawa Dokter Spesialis ke Pelosok Aceh Timur

TERKAIT LAINNYA