Daerah

Klaim Gaji Rp42 Juta dan Bonus Fantastis, Bripda Rio Anggota Brimob Polda Aceh Nekat Jadi Tentara Rusia

KETIKKABAR.com – Seorang anggota Korps Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga melakukan desersi dari kesatuannya demi bergabung dengan militer Rusia.

Saat ini, Mabes Polri tengah menindaklanjuti informasi tersebut melalui koordinasi internal dan kerja sama internasional untuk memastikan keberadaan personel tersebut.

Bripda Rio dilaporkan telah meninggalkan tugas dinas tanpa keterangan sejak Senin, 8 Desember 2025 lalu.

Ketidakhadirannya secara ilegal berlangsung hingga kini tanpa ada izin resmi dari pimpinan kesatuan Satbrimob Polda Aceh.

Dugaan desersi ini semakin menguat setelah ia mengirimkan pesan WhatsApp berisi pengakuan telah menjadi tentara di Eropa kepada sejumlah rekannya.

“Assalamu’alaikum mohon ijin Komandan mohon maaf atas keputusan saya sudah bulat, saya sudah mendaftar online jadi Tentara Europe sebanyak 5x, USA Army 1x, Germany 2x, Russia 2x,” tulis Bripda Rio dalam pesan yang beredar.

Ia mengklaim berhasil lulus seleksi militer Rusia karena menguasai bahasa Inggris serta bahasa Rusia saat menjalani sesi wawancara.

BACA JUGA:
Perkuat Sinergi Ulama-Umara, Wagub Aceh Kunjungi Dayah Madinatuddinah Bireuen

Rio bahkan sesumbar telah mendapatkan pangkat Letnan Dua (Letda) dengan imbalan finansial yang fantastis dari negara pimpinan Vladimir Putin tersebut.

“Alhamdulillah akhirnya saya lulus menjadi Tentara Russia karena sewaktu ujian interview saya bisa 2 bahasa yaitu English dan Russian dan pangkat saya saat ini Letda, dengan awal bonus yang telah diberikan sebesar 2 juta Rubel = 420 juta Rupiah dan Gaji saya perbulan 210K Rubel = 42 juta rupiah perbulan,” tulisnya lagi.

Pihak Provos Satbrimob Polda Aceh sebenarnya telah dua kali mendatangi kediamannya, namun petugas hanya berhasil menemui sang istri.

Akibat pelanggaran berat ini, Polda Aceh telah menggelar Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) secara in absentia pada awal Januari 2026.

BACA JUGA:
Kodim 0107/Aceh Selatan Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Pedalaman Aceh Selatan

Divhubinter Polri kini bekerja sama dengan Interpol dan Atase Kepolisian Rusia di Jakarta untuk melacak posisinya yang diduga berada di garis depan konflik Donbass.

Namun, proses pemulangan diprediksi akan sulit dilakukan karena penempatan legiun asing di area pertempuran aktif Rusia-Ukraina saat ini. []

Donald Trump Umumkan Fase Kedua Perdamaian Gaza: Bentuk Pemerintahan Teknokratis Transisi

TERKAIT LAINNYA