KETIKKABAR.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan harapan agar komposisi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) ke depan didominasi oleh unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Harapan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Keinginan Presiden itu dinilai bukan tanpa alasan, terutama menyangkut aspek kedisiplinan dan ketahanan fisik petugas di lapangan.
Alasan Ketahanan Fisik dan Cuaca Ekstrem
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa Prabowo menilai unsur TNI dan Polri memiliki karakter yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terlebih, kondisi cuaca di Arab Saudi kerap ekstrem dengan suhu yang sangat tinggi.
Menurut Abdul Wachid, pelaksanaan ibadah haji menuntut kemampuan bekerja dalam tekanan yang tinggi.
“Pak Presiden melihat bahwa situasi di lapangan saat musim haji sangat berat. Suhu panas ekstrem, jumlah jamaah sangat besar, dan kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Karena itu dibutuhkan petugas yang disiplin, kuat secara fisik, dan siap bekerja di bawah tekanan,” ujar Abdul Wachid, dikutip dari unggahan akun Instagram @kuliahsaham, Rabu, 14 Januari 2026.
Komposisi Saat Ini dan Keterlibatan Sipil
Meski ada arahan dari Presiden, Wakil Menteri Agama Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa keinginan agar PPIH didominasi unsur TNI-Polri belum sepenuhnya terwujud. Ia menyebut komposisi petugas saat ini masih melibatkan berbagai unsur lain, termasuk masyarakat sipil.
Dahnil menegaskan bahwa pemerintah tetap mempertimbangkan kontribusi organisasi kemasyarakatan (ormas). “Masih ada ruang diskusi dan pertimbangan. Unsur lain, termasuk ormas, juga memiliki kontribusi dan pengalaman. Kita ingin penyelenggaraan haji berjalan optimal,” kata Dahnil.
Peningkatan Signifikan Personel Keamanan
Kendati belum sepenuhnya didominasi sesuai harapan Presiden, keterlibatan TNI dan Polri dalam penyelenggaraan haji tahun ini tercatat mengalami lonjakan. Jumlah petugas dari dua institusi tersebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah mulai menitikberatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan dalam melayani jamaah.
Dengan penguatan unsur TNI dan Polri, pemerintah berharap risiko di lapangan dapat diminimalisir seiring dengan semakin kompleksnya regulasi di Arab Saudi dan bertambahnya kuota jamaah. []
Laporan World Bank 2025: Indonesia Peringkat Kedua Dunia dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak




















