Internasional

Kutuk Penangkapan Maduro, Presiden Brasil: Dunia Kini di Ambang Kekacauan

KETIKKABAR.comPresiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva bereaksi keras atas operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Lula meminta komunitas internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera turun tangan dan bersikap tegas terhadap tindakan Presiden AS Donald Trump tersebut.

Brasil secara resmi mengutuk operasi militer tersebut karena dinilai telah mengangkangi hukum internasional dan merusak tatanan multilateralisme.

“Komunitas internasional, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, perlu merespons ini dengan tegas. Brasil mengutuk tindakan ini dan tetap siap untuk mempromosikan dialog dan kerja sama,” kata Lula melalui akun X resminya, @LulaOficial, yang dikutip pada Minggu, 4 Januari 2026.

Dinilai Sebagai Preseden Berbahaya

Lula menegaskan bahwa penangkapan Maduro merupakan tindakan yang telah melampaui batas dan tidak dapat diterima dalam norma diplomatik modern.

Ia memandang langkah Washington sebagai penghinaan terhadap kedaulatan Venezuela yang dapat memicu ketidakstabilan global yang lebih luas.

Menurut pemimpin sayap kiri Brasil ini, jika tindakan sepihak seperti ini dibiarkan tanpa respons dari PBB, maka dunia akan masuk ke dalam era di mana kekuatan militer menjadi hukum tertinggi.

“Langkah pertama menuju dunia yang penuh kekerasan, kekacauan, dan ketidakstabilan, di mana hukum yang terkuat berlaku atas multilateralisme,” ucap Lula.

Kronologi Penangkapan dan Alasan AS

Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan elite Amerika Serikat di Karakas pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, waktu setempat.

Operasi kilat tersebut dilakukan di kediaman Maduro, di mana ia ditangkap bersama sang istri, Cilia Flores, sesaat setelah serbuan militer AS mengguncang ibu kota Venezuela tersebut.

Di pihak lain, pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi ini memiliki landasan hukum terkait tindak pidana transnasional.

Jaksa Agung Muda AS, Pamela Bondi, menegaskan bahwa penangkapan Maduro berkaitan erat dengan sejumlah dakwaan kriminal berat.

Bondi menyebut penangkapan tersebut terkait dengan kejahatan narkoterorisme dan perdagangan senjata ilegal yang melibatkan rezim Maduro.

Saat ini, Maduro dilaporkan tengah dalam perjalanan atau telah berada di bawah pengawasan ketat otoritas AS untuk menjalani proses peradilan. []

Venezuela Melawan: “Maduro Tetap Presiden Sah Kami!”

TERKAIT LAINNYA