Hukum

Menhan Apresiasi Penangkapan WNA Penyelundup Nikel di Bandara IWIP

KETIKKABAR.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengapresiasi aparat yang berhasil menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal China yang mencoba menyelundupkan nikel di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Weda Bay, Maluku Utara, Jumat (5/12).

Dalam siaran pers resmi di Jakarta, Sabtu, Sjafrie menegaskan bahwa penangkapan tersebut menunjukkan ketegasan pemerintah dalam melindungi sumber daya alam dari upaya-upaya ilegal.

Ia juga menyebut penempatan petugas pemerintah di Bandara IWIP sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan.

“Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik,” ujar Sjafrie.

BACA JUGA:
16 Orang Diciduk Sekaligus! Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

Ia memastikan IWIP dan seluruh bandara swasta yang sebelumnya minim pengamanan kini akan dijaga ketat guna mencegah penyelundupan sumber daya negara.

Sebelumnya, Satgas Terpadu Bandara IWIP menangkap WNA berinisial MY yang kedapatan membawa lima pack serbuk nikel dan empat pack serbuk nikel murni. Pelaku ditangkap saat bersiap menumpang pesawat Super Air Jet dengan rute Weda Bay (WDB) – Manado (MDC).

Hingga kini, aparat belum mengungkapkan detail kronologi maupun motif pelaku. MY telah diamankan dan sedang diperiksa lebih lanjut.

Pengetatan di Bandara IWIP merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah sejak 29 November 2025, setelah ditemukan bahwa bandara yang beroperasi sejak 2019 itu tidak memiliki unsur pengamanan pemerintah yang memadai.

BACA JUGA:
Trump Tabuh Genderang Perang! Perintah Blokade Selat Hormuz: Hancurkan Siapa Pun yang Melawan!

Kini, pemerintah menempatkan Satgas Terpadu—terdiri dari unsur Satgas PAM TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Karantina Ikan-Hewan-Tumbuhan, Karantina Kesehatan, BMKG, AirNav Indonesia, dan Avsec—untuk memperkuat kontrol di seluruh area bandara.

Langkah itu diambil untuk memastikan bandara tersebut tidak menjadi pintu keluar-masuk aktivitas ilegal, terutama terkait penyalahgunaan sumber daya alam Indonesia.[]

Prabowo Subianto dan Kapolri Tinjau Penanganan Bencana di Aceh, Pastikan Pemulihan Infrastruktur

TERKAIT LAINNYA