KETIKKABAR.com – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera membentuk Satgas Pangan untuk mengawasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin tidak terkendali.
Permintaan ini muncul akibat dampak bencana banjir yang melanda Aceh, yang menyebabkan terputusnya jalur transportasi antara Banda Aceh dengan Medan serta wilayah dataran tinggi Gayo, sehingga menghambat pasokan barang ke ibu kota provinsi.
Dalam dua hari terakhir, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Banda Aceh melonjak tajam.
Cabai merah, yang sebelumnya dijual seharga Rp80.000 per kilogram, kini mencapai Rp250.000, sementara harga telur hampir menyentuh Rp100.000 per papan.
Selain itu, sejumlah bahan pangan seperti kol, tomat, bawang prei, hingga minyak curah semakin sulit ditemukan akibat terputusnya jalur distribusi.
Irwansyah meminta Pemko Banda Aceh segera membentuk Satgas Pangan untuk mengawasi kondisi pasar dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga, agar masyarakat yang terdampak bencana tidak semakin terbebani.
“Di tengah musibah banjir yang melanda Aceh, kita ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di saat sulit seperti sekarang,” ujar Irwansyah saat meninjau pasar di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Selain itu, Irwansyah menginformasikan bahwa sekitar 1,5 ton bawang merah sedang dalam perjalanan menuju Aceh menggunakan pesawat dari Medan. Pasokan ini diharapkan dapat membantu menekan harga cabai yang terus melonjak.
“Alhamdulillah akan masuk beberapa komoditi dari luar dengan pesawat udara, seperti cabai. Kami minta agar Pemko melalui dinas terkait dapat memastikan agar harga komoditi tersebut tidak dinaikkan, dan jangan dimainkan oleh oknum-oknum tertentu,” ujarnya.
Politisi muda dari PKS ini juga menekankan perlunya langkah pemerintah untuk mensubsidi harga bahan pokok yang mengalami lonjakan. Menurutnya, jika stok bahan pokok sudah tersedia, Pemko Banda Aceh dapat menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat.
Irwansyah juga memberikan apresiasi kepada Pemko Banda Aceh yang telah turun langsung ke pasar untuk memantau dan mengontrol harga kebutuhan pokok.
Di sisi lain, Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengungkapkan bahwa pekan depan Pemko akan menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan 3.000 paket sembako. Program ini diharapkan dapat menekan harga kebutuhan pokok di tengah situasi darurat.
Jalaluddin juga menyebutkan bahwa Pemko Banda Aceh telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar utama di Banda Aceh, seperti Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng.
Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang.
“Sidang ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak ada penimbunan barang oleh pedagang,” kata Jalaluddin.
Dengan upaya bersama antara Pemko Banda Aceh, DPRK, dan masyarakat, diharapkan dapat tercapai stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok di Banda Aceh yang tengah menghadapi dampak bencana banjir.[]
Krisis Pangan Picu Penjarahan di Tapanuli Tengah, Polisi Tanggapi Cepat


















