KETIKKABAR.com – Di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, warga Banda Aceh dan pesisir Aceh Besar menghadapi persoalan baru: harga telur yang meroket tajam dalam dua hari terakhir.
Di sejumlah pasar, harga telur menembus Rp120 ribu per papan, jauh di atas harga normal.
Pantauan KETIKKABAR.com di Pasar Rukoh, Banda Aceh, Sabtu malam, 29 November 2025, pedagang mengaku kenaikan terjadi secara bertahap sejak kemarin. Harga yang sebelumnya berada pada kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per papan melonjak drastis.
“Kemarin harga telur masih di angka Rp70–Rp80 ribu per papan, hari ini sudah Rp120 ribu. Itu pun stoknya sudah kosong,” kata Nanda, salah satu pedagang Pasar Rukoh.
Menurut para pedagang, pasokan telur ke Banda Aceh tersendat akibat terganggunya jalur distribusi sejak banjir menerjang beberapa daerah. Di sisi lain, permintaan meningkat karena banyak warga menimbun kebutuhan pokok.
Lonjakan harga ini menambah beban warga yang sudah lebih dulu terdampak bencana. Mirna (30), salah satu pembeli, mengungkapkan kekecewaannya.
“Dalam situasi seperti ini seharusnya harga kebutuhan pokok bisa dikendalikan. Kami sudah kesulitan, tapi harga malah makin tinggi,” ucapnya.
Sejumlah warga juga mempertanyakan minimnya langkah pemerintah daerah dalam merespons gejolak harga.
“Kami butuh kepastian pasokan dan pengawasan harga, bukan dibiarkan melonjak begini,” kata Mirna.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Aceh belum mengeluarkan keterangan resmi terkait lonjakan harga telur maupun upaya stabilisasi sembako di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.[]












