KETIKKABAR.com – Dalam beberapa hari terakhir, banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Hujan ekstrem memicu luapan sungai di berbagai wilayah hingga berubah menjadi banjir besar yang menghantam permukiman warga, merusak infrastruktur vital, serta memutus akses jalan utama.
Jumlah korban jiwa terus bertambah, dan sejumlah warga masih dilaporkan hilang.
Melihat situasi darurat ini, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria meminta seluruh BUMN bergerak cepat.
Ia menekankan pentingnya koordinasi tanggap darurat agar bantuan bisa menjangkau korban secara tepat dan merata.
“Kepada seluruh BUMN agar ikut membantu saudara kita melalui BUMN Peduli,” ujar Dony Oskaria dalam pesan resminya, Sabtu (29/11).
Pembalakan Liar Diduga Kuat Jadi Pemicu Banjir Bandang
Seiring derasnya arus informasi dari lapangan, beredar pula sejumlah video yang memperlihatkan air bah membawa tumpukan kayu dari arah hulu. Dony menilai indikasi itu menunjukkan kuatnya dugaan kerusakan hutan akibat pembalakan liar.
Menurutnya, bencana yang terjadi bukan semata karena faktor alam. Kerusakan ekosistem di daerah hulu hampir pasti memperparah volume dan kecepatan aliran banjir.
“Banjir bandang di Sumbar, Sumut, dan Aceh ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini. Kapolda di tiga daerah itu harus usut perusakan hutan liar di Sumatera,” tegas COO Danantara tersebut.
Ia mendesak kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan perusakan hutan di kawasan rawan banjir untuk mencegah bencana berulang di masa mendatang.
Aparat dan Masyarakat Diminta Waspada Bencana Susulan
Dony juga menyoroti pentingnya percepatan penanganan darurat. Cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi membuat daerah terdampak sangat rentan longsor susulan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia berharap Kapolda di tiga provinsi segera menindaklanjuti instruksi tersebut. Menurutnya, kerja cepat dan terarah akan sangat menentukan keberhasilan pemulihan Sumatera.
“Seluruh pihak harus bergerak dalam satu komando dan fokus pada penyelamatan warga,” kata Dony menegaskan.[]
Viral Warga Berebut Logistik di Sumut–Aceh, BNPB: ‘Bukan Penjarahan, Mereka Lapar


















