KETIKKABAR.com – Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak Selasa (25/11/2025) malam hingga Rabu (26/11/2025) pagi.
Salah satu dampak dari cuaca buruk ini adalah terbangnya atap parkiran Sekolah Tahfidz PKBM Ibnu Taimiyah di Jalan Syekh Ibrahim Musa, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, yang menyebabkan gangguan lalu lintas dan pemadaman listrik.
Atap Terbang Tutup Akses Jalan, Listrik Sempat Putus
Kepala Sekolah, Fahril, menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi sekitar tengah malam, ketika angin kencang mengangkat atap yang terletak di halaman sekolah dan menerbangkannya ke jalan di samping sekolah.
Atap yang terlepas jatuh dan menutup akses jalan hingga Rabu pagi.
“Warga yang melihat kejadian itu melaporkan bahwa atap terbang dan menimpa kabel listrik, menyebabkan aliran listrik sempat terputus,” kata Fahril.
Petugas PLN baru tiba sekitar pukul 03.30 WIB untuk memperbaiki kabel listrik yang terputus akibat insiden tersebut.
Meskipun lalu lintas sempat terganggu, Fahril memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal.
“Paginya baru kami tahu kalau atapnya terbalik dan jatuh di sebelah jalan. Meskipun menghambat lalu lintas, aktivitas sekolah tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Pohon Tumbang dan Pemadaman Listrik
Selain merusak atap sekolah, angin kencang juga menumbangkan beberapa pohon di kawasan Aur Tajungkang Tengah Sawah.
Salah satu pohon bahkan nyaris menimpa rumah warga, beruntung tidak terjadi kerusakan signifikan. Namun, pohon tumbang ini turut memutuskan kabel listrik, yang menyebabkan pemadaman di beberapa titik di Bukittinggi.
Tim Gabungan Siaga di Lokasi Rawan Banjir dan Longsor
Hingga Rabu pagi, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat cuaca ekstrem ini.
Meskipun demikian, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan Satpol PP masih bersiaga di beberapa lokasi yang rawan banjir dan longsor.
Mereka terus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan dari cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlangsung.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan dan menghindari kawasan rawan bencana, seperti tepi sungai atau area lereng yang rawan longsor.
Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kejadian darurat kepada petugas terdekat untuk penanganan yang cepat dan tepat.[]


















