KETIKKABAR.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan mengepung wilayah Provinsi Aceh hingga 20 April mendatang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil dalam keterangannya, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan dinamika atmosfer terkini, terdapat indikasi adanya peningkatan aktivitas pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Aceh.
Kondisi ini dipicu oleh adanya pola belokan angin dan daerah pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Selat Malaka dan pesisir Aceh.
“Hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga tanggal 20 April 2026,” ujarnya.
Beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi ini meliputi Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, serta wilayah pantai barat-selatan dan pesisir timur Aceh lainnya.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak dari cuaca ekstrem ini, seperti:
- Banjir Luapan dan Banjir Bandang: Terutama bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rendah.
- Tanah Longsor: Di wilayah pegunungan dan lereng curam, termasuk lintas jalan nasional Takengon-Bireuen dan Takengon-Blangkejeren.
- Pohon Tumbang: Akibat potensi angin kencang yang menyertai hujan lebat.
Masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah pegunungan, diminta untuk tidak memaksakan perjalanan jika cuaca buruk sedang berlangsung.
Selain itu, nelayan diimbau untuk tetap memantau update tinggi gelombang, mengingat angin kencang juga dapat berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di perairan utara dan barat Aceh.
BMKG terus berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota untuk memastikan langkah-langkah mitigasi dilakukan secara maksimal guna meminimalisir dampak kerugian materi maupun korban jiwa.[]




















