Ekonomi

Misteri Impor Beras Ilegal di Sabang Terungkap, Mentan Sebut Motif Keuntungan

KETIKKABAR.com – Misteri ‘kebobolan’ impor beras sebanyak 250 ton di Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Sabang akhirnya terkuak.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman angkat bicara, menegaskan bahwa masuknya ratusan ton beras tersebut yang kini mendekam di gudang PT Multazam Sabang Group adalah pelanggaran terhadap mandat tegas Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada total.

Mentan Amran mengakui bahwa Sabang memang memiliki payung hukum FTZ. Namun, ia menekankan keras bahwa regulasi lokal tersebut tidak boleh bertentangan dengan kebijakan strategis nasional.

“Jadi gini, itu ada kawasan di Sabang itu ada regulasi, salah satu regulasi pasarnya adalah Free Trade Zone, tetapi itu harus diperhatikan, tidak boleh bertentangan kebijakan pusat.” tegas Amran usai rapat sengit dengan Komisi IV DPR RI dikutip detikfinance (24/11).

BACA JUGA:
Selat Hormuz Dibuka, Dua Kapal Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

“Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwasannya sudah swasembada tahun ini, tidak impor, stok lebih dari cukup.” tambahnya.

Amran tak ragu menuding motif di balik importasi ilegal ini adalah pemburuan keuntungan semata.

Ia membeberkan fakta mengejutkan: harga beras global tengah anjlok drastis, dari US$650 kini menyentuh US$340 per ton, hampir separuh harga!

Hal ini, menurut Amran, adalah dampak langsung dari kesuksesan kebijakan pangan Indonesia.

“Tujuannya cari untung. Kenapa cari untung? Karena di luar negeri itu harga lagi jatuh… Kenapa? Karena Indonesia tidak impor,” ungkapnya dengan nada bangga. “Jadi, Indonesia membuat harga negara lain murah. Kenapa? Impor kita dua tahun berturut-turut 7 juta ton.” ungkap Amran.

BACA JUGA:
Kuartal I 2026, Aset Bank Aceh Tumbuh Menjadi Rp29,89 Triliun

Tak hanya itu, Amran juga mengungkap adanya intervensi masif dari negara-negara tetangga yang berupaya keras melobi pemerintah, bahkan langsung ke meja Presiden Prabowo, agar Indonesia mau membuka keran impor kembali.

Namun, langkah tersebut dipastikan akan ditepis demi menjaga kedaulatan pangan dan harga petani lokal.[]

Gubernur Mualem: Kemajuan Olahraga Aceh Butuh Kerja Nyata dan Anggaran Memadai

Source: detik

TERKAIT LAINNYA