Olahraga

Skandal Pemalsuan Dokumen Timnas Malaysia: Jaringan Manipulasi FIFA yang Membongkar Korupsi Internal FAM

KETIKKABAR.com – Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi pemain Timnas Malaysia kini semakin membara, menguak sebuah jaringan manipulasi yang mengarah jauh lebih dalam daripada sekadar pelanggaran administratif.

FIFA baru-baru ini merilis temuan yang mengejutkan: tidak hanya sekadar kesalahan birokrasi, tetapi sebuah operasi terstruktur yang melibatkan agen-agen nakal dan bahkan orang dalam Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Seperti sebuah permainan domino yang mulai runtuh, kasus ini tak hanya mencoreng wajah sepak bola negeri jiran, tetapi juga berpotensi membuka pintu penyelidikan pidana lintas negara.

Kasus ini pertama kali mencuat ketika tujuh pemain naturalisasi Malaysia terungkap menggunakan dokumen keturunan palsu.

FIFA melangkah lebih jauh, merilis bukti yang tak terbantahkan, termasuk rekaman percakapan WhatsApp yang memperlihatkan bagaimana dokumen ilegal itu disusun dengan rapinya.

Sebuah penyelidikan yang tak hanya mencakup identitas para pemain, tetapi juga melibatkan dokumen yang mencakup negara-negara seperti Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol, menciptakan sebuah jaring internasional yang penuh kerumitan.

Dalam laporan setebal 63 halaman yang diterbitkan FIFA, nama-nama yang menjadi otak di balik pemalsuan ini pun terungkap: Nicolas Puppo, Frederico Moraes, dan Datuk Noor Azman Rahman.

BACA JUGA:  Kapolri Duet Bareng Widi Chandra Kasih Lawan Bahlil-Muhammad di Penutupan Kapolri Cup 2026

Puppo dan Moraes, dua agen yang bekerja menyusun dokumen-dokumen yang memuat informasi palsu tentang keturunan para pemain.

Sementara itu, Azman Rahman, yang menjabat Sekretaris Jenderal FAM, bukan hanya mengetahui, tetapi terlibat langsung dalam proses administratif yang kini terungkap.

FAM, meski telah menjatuhkan skorsing terhadap Azman Rahman, tetap harus menghadapi pertanyaan lebih besar: sampai sejauh mana keterlibatan orang-orang dalam institusi tersebut?

FIFA, dalam laporan yang sama, menegaskan bahwa penyelidikan ini jauh dari selesai.

“Investigasi lanjutan sangat penting untuk mengetahui bagaimana praktik ini berkembang dan siapa saja yang terlibat lebih jauh,” demikian bunyi laporan FIFA, yang semakin mengundang ketegangan.

Krisis ini semakin memanas setelah FIFA menolak banding FAM atas sanksi yang dikenakan kepada tujuh pemain naturalisasi, yang terbukti tidak memenuhi syarat keturunan untuk naturalisasi, sebagaimana diatur dalam regulasi FIFA.

Ketujuh pemain yaitu Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal dipastikan tidak memiliki hubungan keturunan dengan Malaysia, dan FIFA dengan tegas menolak banding FAM atas keputusan ini.

BACA JUGA:  Buldozer FC Bekuk Inmazu FC 1-0 di Piala Pangdam IM Cup 2026

Tak hanya itu, FIFA pun menilai banding FAM tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk diproses lebih lanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Namun, yang lebih mencengangkan lagi adalah langkah FIFA yang berencana melanjutkan penyelidikan formal terhadap FAM.

Dalam investigasi lebih lanjut, FIFA akan menyelidiki apakah ada penyalahgunaan prosedur resmi yang dilakukan dalam operasional FAM.

Dalam kesimpulannya, FIFA menyebut pemalsuan dokumen ini sebagai “pelanggaran berat,” dan menyerahkan temuan tersebut kepada otoritas hukum di lima negara: Malaysia, Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol.

FIFA tak hanya membawa masalah ini ke ranah hukum, tetapi juga menjatuhkan denda yang sangat besar kepada FAM.

Untuk itu, FAM harus membayar 350 ribu Franc Swiss, setara dengan sekitar Rp7,2 miliar.

Sementara itu, ketujuh pemain yang terlibat akan dikenakan denda sebesar 2 ribu Franc Swiss dan dihukum larangan beraktivitas selama 12 bulan.[]

Drama MotoGP Valencia 2025: Zarco Terkendala, Bagnaia Terjatuh di Tikungan 4

TERKAIT LAINNYA