Internasional

Serangan Drone Rusia di Pelabuhan Izmail: Rumania Evakuasi Warga, NATO Dihadapkan pada Ancaman Baru

KETIKKABAR.com – Serangan pesawat nirawak Rusia yang menghantam kapal tanker LPG Turki, ORINDA, di Pelabuhan Izmail, Ukraina, pada Senin (17/11/2025), mengundang ketegangan besar di kawasan Eropa Timur.

Serangan ini memicu risiko ledakan besar akibat kargo LPG yang diangkut kapal tersebut. Untungnya, seluruh 16 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

Insiden ini menjadi sorotan utama di kawasan yang berbatasan langsung dengan Rumania, sebuah negara anggota NATO, yang khawatir agresi Rusia dapat merembet lebih jauh ke wilayah Eropa.

Rumania, yang terletak di seberang Sungai Donau dari Izmail, mengambil langkah preventif dengan mengevakuasi warga di sekitar wilayah Tulcea pada Senin pagi, termasuk 15 orang dari desa Plauru, mengingat ancaman besar dari api yang melalap kapal tersebut.

“Serangan terhadap kapal sipil ini adalah pelanggaran hukum internasional yang jelas, dan kami mengecamnya dengan keras,” ujar Kementerian Pertahanan Rumania dalam pernyataan resmi.

Pihak berwenang juga melaporkan bahwa meskipun radar Rumania mendeteksi aktivitas serangan pada dini hari, tidak ada pelanggaran wilayah udara nasional yang terdeteksi.

BACA JUGA:
Serangan Udara Militer Nigeria Hantam Pasar di Yobe, 200 Sipil Tewas

Meski begitu, ketegangan tetap tinggi mengingat kedekatan wilayah yang diserang dengan perbatasan NATO.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Rumania segera mengkoordinasikan evakuasi preventif bagi penduduk sekitar dan menyatakan kesiapan untuk terus memantau situasi.

“Kami memastikan bahwa warga di desa Ceatalchioi aman. Ini adalah langkah-langkah pencegahan yang diambil untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut,” kata Inspektorat Situasi Darurat Rumania.

Serangan ini adalah bagian dari serangkaian serangan yang terus-menerus menghantam pelabuhan Ukraina.

Pelabuhan Izmail sendiri sudah menjadi sasaran serangan pesawat nirawak Rusia sebelumnya, pada 21 Oktober dan 3 November, yang merusak infrastruktur pelabuhan dan beberapa kapal sipil.

Dalam setahun ini, 11 serangan terhadap kapal di wilayah Odessa Ukraina juga telah menyebabkan kerusakan parah, menambah ketegangan di perairan Laut Hitam.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan api yang membumbung tinggi dari ORINDA, kapal yang mengangkut 4.000 ton LPG.

BACA JUGA:
Iran Batalkan Rencana Perundingan Lanjutan dengan AS di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Risiko ledakan yang melibatkan bahan berbahaya ini memicu kekhawatiran besar di kalangan masyarakat internasional, termasuk beberapa suara yang mendesak NATO untuk mempertimbangkan penutupan ruang udara di atas Ukraina.

Mantan penasihat urusan dalam negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, menyatakan, “Rusia adalah ancaman nyata bagi Eropa.”

Sementara akun City of Courage di X menambahkan, “Apa lagi yang harus dilakukan agar NATO akhirnya menutup langit di atas Ukraina?” Serangan ini jelas memperburuk ketegangan yang sudah berlangsung lama dan menggambarkan ancaman langsung yang dihadapi negara-negara anggota NATO di Eropa Timur.

Rumania, yang semakin sering menjadi sasaran dampak agresi Rusia di Ukraina, kini berada di ujung tanduk, terjebak antara mempertahankan keamanan nasional dan memperkuat komitmen kolektif NATO terhadap pertahanan wilayah.

Saat ini, ketegangan semakin memuncak, dan ancaman terhadap keamanan di Eropa tidak pernah sebesar ini sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.[]

Zelensky Peringatkan Rusia Siap Gelar Perang Besar di Eropa pada 2029

TERKAIT LAINNYA