Internasional

NATO di Ambang Pecah! Sekutu Tolak Bantu AS Lawan Iran, Trump Murka

KETIKKABAR.com – Aliansi pertahanan NATO berada di ambang perpecahan serius. Sejumlah negara anggotanya secara terbuka menolak memberikan dukungan militer kepada Amerika Serikat (AS) dalam konflik yang kian memanas dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan meradang dan menyebut beberapa sekutu lamanya di NATO sebagai “pengecut”. Ketegangan memuncak pada Selasa (31/3/2026), saat Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap negara-negara yang enggan membantu operasi militer AS-Israel.

Salah satu sikap paling tegas datang dari Spanyol. Pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sánchez secara resmi menolak memberikan izin bagi militer AS menggunakan pangkalan udara bersama di wilayahnya untuk melancarkan serangan ke Iran.

Sanchez menegaskan penggunaan fasilitas tersebut hanya diperbolehkan untuk aktivitas yang sesuai dengan Piagam PBB.

Langkah serupa juga diambil Prancis. Paris membatasi penjualan senjata ke Israel dan menyatakan tidak ingin terlibat lebih jauh dalam eskalasi di Timur Tengah, terutama karena adanya pasukan Prancis yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

BACA JUGA:
Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

Sementara itu, Italia mencoba mengambil posisi lebih moderat. Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, membantah adanya keretakan permanen dengan Washington.

Namun, ia menegaskan melalui platform X bahwa meskipun pangkalan udara AS di Italia tetap aktif, penggunaannya di luar perjanjian tetap memerlukan izin khusus.

Merespons penolakan dari sekutu-sekutunya, termasuk Inggris, Trump memberikan komentar pedas.

“Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz tertutup, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, beli dari Amerika Serikat, kami punya banyak. Dan Nomor 2, bangun keberanian yang tertunda itu, pergi ke selat itu, dan AMBIL SAJA sendiri,” ujar Trump dalam sebuah forum.

Kondisi ini terjadi di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz setelah Iran menutup jalur logistik vital tersebut. Dampaknya, harga minyak dunia melonjak tajam dan pasar keuangan global di berbagai kawasan mengalami tekanan.

Krisis ini menjadi bagian dari eskalasi besar di Timur Tengah, dipicu oleh serangan udara ke wilayah Iran yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut. []

BACA JUGA:
Borong 4 Medali Emas, Tim Bulutangkis Polri Juara SEA Police Badminton Championship 2026

TERKAIT LAINNYA