KETIKKABAR.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, melalui suntikan modal dari Danantara, berencana menggunakan Rp3,73 triliun untuk melunasi utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada PT Pertamina (Persero).
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi keuangan yang dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025.
Pada awalnya, Garuda merencanakan 37 persen dari total dana PMTHMETD sebesar Rp23,67 triliun akan dialokasikan untuk meningkatkan modal Citilink, dengan fokus pada pembiayaan operasional dan perawatan pesawat.
Namun, per 11 November, alokasi untuk Citilink meningkat menjadi 63,22 persen, atau Rp14,96 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk pelunasan utang bahan bakar senilai 225 juta dolar AS (Rp3,73 triliun) kepada Pertamina.
Pembayaran ini mengikuti ketentuan dalam Amandemen Kedua Perjanjian Restrukturisasi Utang yang ditandatangani pada Desember 2023.
Sisanya, Rp11,23 triliun, akan dialokasikan untuk modal kerja Citilink, sebagian besar untuk biaya perawatan armada.
Selain itu, Garuda Indonesia juga mengalokasikan sekitar 36,78 persen dari dana untuk perawatan pesawat Garuda, yang sebelumnya hanya sebesar 29 persen dalam rencana awal.
Ini menunjukkan fokus Garuda pada pemulihan armadanya, dengan perawatan dan perbaikan yang akan dilakukan oleh GMF AeroAsia dan penyedia MRO lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Garuda juga memutuskan untuk membatalkan pembahasan dua mata acara yang berkaitan dengan pemindahtanganan dan penghapusbukuan aset, karena ekuitas Garuda diproyeksikan kembali positif setelah suntikan modal tersebut.[]
Komdigi Ancam Blokir Cloudflare dan ChatGPT, Jika Tidak Terdaftar sebagai PSE


















