KETIKKABAR.com – Program Karya Bakti TNI yang diprakarsai oleh Kodam Iskandar Muda melalui Kodim 0104/Aceh Timur terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur pertanian di wilayah Aceh Timur. Dengan membangun jaringan irigasi tersier, TNI hadir sebagai pahlawan di balik layar yang memastikan aliran air kehidupan untuk ribuan petani di Kecamatan Pante Bidari. Meskipun proyek ini masih berada pada tahap awal dan menghadapi beragam tantangan alam, hasil yang tercapai sejauh ini memberikan harapan besar bagi masa depan pertanian daerah ini. Proyek pembangunan irigasi ini bukan sekadar pembangunan saluran air, tetapi jantung dari ketahanan pangan di wilayah Aceh Timur. Dalam kerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, proyek ini menargetkan pembangunan saluran sepanjang 4.836 meter yang akan menyediakan pengairan untuk 255 hektare persawahan. Hingga 18 November 2025, 2.611 meter saluran telah berhasil diselesaikan, mencapai 54,33 persen dari target keseluruhan, menjadi simbol nyata dari aliran harapan yang semakin mendekat ke kehidupan para petani. Pembangunan ini dilaksanakan di enam desa yang tersebar di Pante Bidari, dengan progres yang bervariasi namun tetap menunjukkan arah yang positif. Dari Desa Matang Kruet yang sudah mencapai 71 persen progres, hingga Desa Pante Rambong dengan capaian 46 persen, semuanya bekerja bahu-membahu menggenjot progres sesuai dengan target yang ditetapkan. Keberhasilan pembangunan ini tak lepas dari kerja keras 40 tenaga lapangan yang terdiri dari 16 prajurit TNI dan 24 warga lokal. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, menunjukkan bahwa gotong royong sebuah warisan budaya yang tak lekang oleh waktu, masih sangat hidup di tengah masyarakat Aceh. Tanpa semangat kolektif ini, mustahil proyek sebesar ini bisa berjalan secepat dan seefisien ini. Namun, perjalanan pembangunan ini tidak berjalan mulus. Cuaca tak menentu sering menjadi rintangan besar: hujan deras yang datang tiba-tiba menghalangi aktivitas konstruksi. Ditambah lagi, pembatasan kegiatan fisik pada hari Jumat dan hari besar keagamaan menambah tantangan dalam menyesuaikan jadwal pekerjaan. Kapten Inf Jaya Sakti, Danramil 15/Peureulak Barat, yang memimpin langsung proyek ini, menyatakan bahwa meski cuaca dan tantangan sosial mempengaruhi ritme pekerjaan, semangat para personel dan masyarakat tetap tinggi. “Kami memaksimalkan setiap kesempatan yang ada. Ketika cuaca cerah, kami bekerja lebih cepat untuk mengejar waktu,” ungkapnya. Bukan hanya pembangunan fisik yang terjadi, tetapi yang lebih penting, pembangunan irigasi ini membawa harapan baru bagi para petani Pante Bidari. Setelah irigasi selesai, mereka akan mendapatkan akses ke pengairan yang lebih stabil dan merata, yang akan membuka peluang peningkatan hasil panen dan memberikan kepastian musim tanam yang lebih terjamin. Bagi para petani yang sebelumnya bergantung pada curah hujan yang tak menentu, jaringan irigasi ini akan memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan untuk pertanian mereka. Produktivitas pertanian diharapkan akan meningkat secara signifikan, sementara ketahanan pangan daerah pun diperkuat. Infrastruktur yang tangguh ini bakal menjadi dasar bagi kemajuan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Timur. Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini. Ia menekankan bahwa program ini bukan hanya tentang pembangunan saluran air, tetapi tentang membangun masa depan petani dan masyarakat Aceh Timur. “Karya Bakti TNI ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memajukan sektor pertanian,” kata Pangdam IM. Ia menegaskan bahwa Kodam IM berkomitmen penuh untuk mendukung program-program pembangunan yang dapat memberikan dampak langsung kepada rakyat, terutama di sektor-sektor vital seperti pertanian. Dengan lebih dari 50 persen dari target pembangunan yang telah tercapai, harapan itu kini bukan lagi sekadar impian. Setiap meter saluran yang berhasil dibangun menggambarkan kemajuan yang mendekatkan para petani pada kehidupan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Proyek ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian terhadap masa depan adalah kunci utama untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Di akhir proyek ini, Pangdam IM berharap bahwa hasil panen petani akan meningkat, kehidupan mereka semakin baik, dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh. Dengan setiap tetes air yang mengalir melalui jaringan irigasi yang sedang dibangun, kita tidak hanya melihat air yang mengalir—tetapi juga harapan dan masa depan cerah bagi petani Aceh Timur.[]


















