Hukum

Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut Terhambat Dugaan Intervensi KPK

KETIKKABAR.com – Kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut) yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Juni 2025 kini memasuki babak baru.

Setelah empat bulan penyidikan, kasus yang telah menyeret tiga tersangka penerima suap ke persidangan ini terhambat oleh dugaan intervensi internal di tubuh KPK, terkait pemeriksaan Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Nama Bobby Nasution telah disebut beberapa kali dalam persidangan. Dugaan keterlibatannya terkait penggeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut untuk pembangunan dua ruas jalan.

Dalam sebuah podcast yang diungkap Tempo pada Sabtu, 15 November 2025, informasi internal menyebutkan bahwa tim penyidik di lapangan telah mengajukan surat untuk memeriksa Bobby, namun rencana tersebut ditolak oleh Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) KPK.

BACA JUGA:
Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun

“Menurut laporan tersebut, Kasatgas ini saling lempar tanggung jawab, dengan satu Kasatgas disebut paling sentral menolak keras pemeriksaan tersebut, tanpa memberikan alasan yang jelas,” ujar Tempo.

Sumber Tempo mengungkapkan bahwa Kasatgas di bawah Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK saling lempar tanggung jawab terkait hal ini.

Bahkan, satu Kasatgas disebut menolak keras pemeriksaan Bobby tanpa alasan yang jelas. Hal ini menyebabkan upaya penyidik untuk mengembangkan kasus dan memanggil Bobby terhenti.

Kasus ini awalnya menjerat pemberi suap Akhirun Piliang dan Ferdiansyah, serta penerima suap Topan Obaja Putra Ginting, Rasuli Effendi Sirait, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Halyanto.

Namun, dugaan kuat penghambatan pengembangan kasus hingga kini mengarah pada pihak-pihak internal di KPK yang diduga sengaja menahan proses pemeriksaan terhadap Bobby Nasution.[]

BACA JUGA:
Bupati Tulungagung Sandera Pejabat Pakai Surat Mundur Kosong demi Peras Rp5 Miliar

KPK Disindir Takut Periksa Bobby Nasution, Begini Respons Baliknya

TERKAIT LAINNYA