Nasional

Natalius Pigai: “Saya Ini Pintar, Tapi Saya Sembunyikan Kepintaran Saya’

KETIKKABAR.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai membagikan kisah personal yang mencuri perhatian dan tawa publik dalam acara Jimly Award 2025 di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dengan gaya bicara yang blak-blakan namun jenaka, Pigai mengungkap bagaimana penolakan yang ia alami 13 tahun lalu justru menjadi pijakan untuk mencapai posisinya saat ini sebagai menteri.

Di hadapan tokoh-tokoh hukum nasional, Pigai mengenang momen kegagalannya terpilih sebagai anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di masa lalu. Namun, ia menegaskan penolakan tersebut tidak membuatnya patah semangat.

“Saya ini pintar, tapi waktu itu saya sembunyikan kepintaran saya,” ujar Pigai, disambut tawa hadirin. “Kalau saya buka semuanya waktu itu, mungkin saya sudah jadi menteri lebih cepat,” lanjutnya berseloroh.

Pernyataan Pigai yang disampaikan dengan humor khasnya menjadi sorotan utama dalam acara penghargaan yang diinisiasi oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie.

BACA JUGA:
Petaka Menit 90+12: Persiraja Ditahan Imbang Garudayaksa FC di Masa Kritis

Pesan Tentang Konsistensi dan Waktu yang Tepat

Di balik guyonannya, Pigai menyiratkan pesan mendalam tentang konsistensi, ketekunan, dan keyakinan pada proses. Ia menuturkan, penolakan masa lalu bukanlah akhir, melainkan bagian dari jalan panjang pembuktian diri.

“Kadang dunia tidak siap menerima kita pada waktunya. Tapi kalau kita tetap bekerja dengan hati, waktunya akan datang juga,” tuturnya.

Kini, setelah dipercaya memimpin Kementerian HAM, Pigai menilai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk memahami perjuangan hak asasi manusia dari berbagai sisi. Ia menekankan, peran pemerintah bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga memastikan keadilan hadir bagi semua warga negara.

“Dulu saya disingkirkan, sekarang saya diminta memimpin. Mungkin ini cara Tuhan menertawakan manusia,” kata Pigai, yang langsung disambut gelak tawa dan tepuk tangan panjang dari para hadirin.

Acara Jimly Award 2025 merupakan ajang apresiasi bagi tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam penguatan hukum, demokrasi, dan hak asasi manusia di Indonesia. Sejumlah figur nasional, termasuk mantan hakim konstitusi dan akademisi, turut hadir dalam acara tersebut. []

BACA JUGA:
Lantik Pengurus DPP Muda Seudang 2026-2030, Gubernur Aceh Tekankan Peran Strategis Pemuda

Pelanggaran Gencatan Senjata, Israel Lancarkan 12 Serangan Udara di Lebanon

TERKAIT LAINNYA