Nasional

Menkeu Purbaya: Saya Tak Gentar Sama Siapa Pun!

KETIKKABAR.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan dirinya tidak gentar terhadap siapapun dalam menjalankan tugasnya.

Pengakuan ini didasari kedekatannya dengan banyak pengambil keputusan dari berbagai rezim pemerintahan di Indonesia.

Purbaya mengaku pernah bekerja di bawah atau membantu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Chairul Tanjung, hingga Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

“Jadi, saya sudah biasa bergaul dengan top-top thinker-nya di Indonesia. Saya enggak pernah takut sama siapa saja jadinya. Saya udah selalu terekspos dengan cara berpikir mereka, cara mereka mengambil keputusan,” ungkap Purbaya dalam forum Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Minggu (12/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Purbaya memuji Presiden Prabowo Subianto sebagai pemimpin yang terampil mengambil keputusan. Ia bahkan menceritakan proses unik yang mengantarkannya menjadi menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Purbaya mengklaim sempat ‘menakut-nakuti’ Prabowo mengenai potensi pergantian kekuasaan apabila arah kebijakan ekonomi tidak segera diubah.

Cerita itu bermula saat ia dipanggil bersama empat orang lain ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, pada Jumat (5/9/2025). Setelah dua hari berturut-turut hanya mendengar pemaparan, Purbaya akhirnya angkat bicara pada hari ketiga, Minggu (7/9/2025).

BACA JUGA:
Eks Panglima TNI Hingga Kepala Staf TNI Temui Menhan Sjafrie di Gedung Kemenhan, Ada Apa?

“Waktu ketemu, rapatnya berlima… saya takut-takuti, ‘Februari Pak [bakal pergantian kekuasaan],’ ‘Oh gitu ya?’ Nah itu, recipe to my success, kita takut-takutin dia,” ungkap Purbaya.

Ia menjelaskan kepada Prabowo bahwa berdasarkan data historis, siklus ekonomi Indonesia selalu memiliki masa ekspansi sekitar tujuh tahun dan masa penurunan (resesi) sekitar satu tahun.

Jika otoritas salah mengambil keputusan saat masa penurunan, pergantian kekuasaan bisa terjadi, seperti yang dialami Presiden Soeharto dan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Purbaya mengklaim, pergantian kekuasaan akibat krisis ekonomi berhasil dihindari pada Era Presiden SBY (2008–2009) dan Era Presiden Jokowi (2016) karena adanya masukan darinya kepada pemerintahan saat itu. “Ekonomi jatuh, dia jatuh. Untung ada saya,” katanya.

BACA JUGA:
Buntut Kekerasan Balita, Pemkot Banda Aceh Segel Babypreneur Day Care di Syiah Kuala

Ia menyoroti bahwa pertumbuhan uang primer (M0) yang mendekati 0% pada pertengahan 2025 membuat kondisi ekonomi ‘kering’, dan hal itu memicu demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus lalu.

“Kalau kita tidak berubah arah kebijakan ekonomi pada waktu itu, kita akan terus mengalami demo dari minggu ke minggu… penghitungan saya sebagai ekonom dan setengah dukun, Februari tahun depan akan menjadi pergantian kekuasaan yang cost-nya buat masyarakat kita mahal. Nah, itu dari Presiden Prabowo, makanya saya dimasukin, ‘Yawudah lo betulin’,” bebernya.

Setelah menyampaikan peringatan tersebut, Purbaya mengaku langsung dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan pada hari esoknya, Senin (8/9/2025), mengakhiri masa jabatan Sri Mulyani yang sudah berlangsung selama 14 tahun. []

Mediasi Gagal, Gugatan Perdata Rp125 Triliun terhadap Wapres Gibran Lanjut ke Pokok Perkara

TERKAIT LAINNYA