InternasionalNews

Trump Ancam Hamas: “Pemusnahan Total” Jika Tetap Kendalikan Gaza

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Hamas akan menghadapi “pemusnahan total” jika menolak menyerahkan kekuasaan di Gaza. Peringatan keras itu ia sampaikan dalam wawancara dengan CNN, di tengah upayanya mendorong rencana gencatan senjata yang masih menuai penolakan dari berbagai pihak.

“Pemusnahan total!” kata Trump dalam pesan teks kepada jurnalis CNN, Jake Tapper, ketika ditanya apa yang akan terjadi jika Hamas bersikeras tetap mengendalikan Gaza.

Mengutip Al Mayadeen, Senin (6/10/2025), pernyataan itu muncul setelah Tapper menyinggung pernyataan Senator Lindsey Graham, yang menyebut Hamas telah menolak rencana gencatan senjata 20 poin versi Trump karena menolak pelucutan senjata, ingin mempertahankan kendali Palestina atas Gaza, dan mengaitkan pembebasan sandera dengan negosiasi politik.

Menanggapi hal itu, Trump hanya menjawab, “Kita akan tahu. Hanya waktu yang akan menjawabnya!!!” Ia menambahkan bahwa dirinya berharap segera mengetahui apakah Hamas benar-benar berkomitmen terhadap perdamaian.

Dukungan dari Netanyahu

Ketika ditanya apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendukung penghentian kampanye pengeboman di Gaza dan rencana perdamaian yang diusungnya, Trump menjawab singkat, “Ya untuk Bibi.”

Trump mengaku optimistis proposal gencatan senjatanya akan segera terwujud. Ia mengatakan tengah “bekerja keras” untuk mewujudkan kesepakatan yang disebutnya sebagai peluang menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

BACA JUGA:
Sekjen PP PSM Kukuhkan Kepengurusan Pencak Silat Militer Wilayah Provinsi Aceh

Pada Sabtu lalu, Trump juga menyambut baik keputusan Israel untuk menghentikan sementara pengeboman di Gaza, yang disebutnya sebagai langkah untuk membuka jalan bagi pembebasan sandera dan dimulainya kembali negosiasi damai.

Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, ia menulis:

“Saya menghargai bahwa Israel telah menghentikan sementara pengeboman untuk memberikan kesempatan bagi pembebasan sandera dan kesepakatan damai untuk diselesaikan. Hamas harus bergerak cepat, atau semua taruhan akan batal. Saya tidak akan menoleransi penundaan atau hasil apa pun di mana Gaza kembali menjadi ancaman. Mari kita selesaikan ini, CEPAT. Semua orang akan diperlakukan dengan adil!”

Trump menekankan bahwa jeda tersebut bukan tanda berakhirnya perang, melainkan peluang yang harus segera dimanfaatkan.

Rubio: “Perang Belum Berakhir”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa konflik di Gaza belum berakhir, meskipun Israel dan Hamas disebut telah menyetujui beberapa elemen dalam rencana Trump.

“Kita akan segera tahu apakah Hamas serius atau tidak berdasarkan bagaimana perundingan teknis ini berjalan,” kata Rubio kepada Meet the Press di NBC News saat ditanya soal kemungkinan pembebasan tawanan dari Gaza.

BACA JUGA:
Siswi 9 Tahun Tewas Ditembak di Kelas Tenda Gaza

Juru bicara pemerintah Israel, Orna Edelberg Kasher, mengatakan tim negosiasi Israel akan berangkat ke Mesir malam ini untuk membahas detail teknis pembebasan tawanan. Menurutnya, “tidak ada gencatan senjata di Gaza saat ini, hanya jeda sementara dalam beberapa serangan,” seperti dikutip Reuters.

Hamas: Pengeboman Israel Ungkap Kebohongan Netanyahu

Di sisi lain, Hamas menuding pemerintah Israel berbohong terkait klaim pengurangan operasi militer terhadap warga sipil Gaza. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut pasukan pendudukan Israel masih terus melakukan “pembantaian mengerikan” terhadap rakyat Palestina.

Menurut laporan Hamas, serangan sejak pagi telah menewaskan sedikitnya 70 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak. Gerakan itu menyebut tindakan Israel sebagai “eskalasi berdarah” yang membuktikan bahwa klaim Netanyahu hanyalah tipu daya.

Hamas menyerukan komunitas internasional serta negara-negara Arab dan Islam untuk memikul tanggung jawab hukum dan kemanusiaan mereka. Gerakan itu juga meminta masyarakat dunia untuk meningkatkan solidaritas dan menekan Israel agar menghentikan kejahatan genosida dan hukuman kolektif terhadap warga Gaza. []

TERKAIT LAINNYA