Daerah

Bupati Aceh Besar Jawab Kritik DPRK, Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Aceh Besar

KETIKKABAR.com – Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram), menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRK Aceh Besar dalam rapat paripurna ke-5 masa persidangan I tahun sidang 2025–2026.

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRK Aceh Besar, Jumat (19/9/2025), membahas Rancangan Qanun tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Penyelenggaraan Cadangan Pangan.

Dalam jawabannya, Bupati Muharram menegaskan bahwa visi dan misi kepala daerah telah dituangkan secara terukur dalam RPJMD, yang mencakup sepuluh program prioritas.

Ia juga menyoroti keberhasilan penurunan angka kemiskinan dari 13,21 persen pada 2024 menjadi 11,05 persen pada September 2025, serta capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang melampaui rata-rata provinsi dan nasional.

“Kami terus mendorong digitalisasi pajak dan retribusi, termasuk melalui aplikasi dan kerja sama perbankan, serta tengah memproses pembentukan Badan Pendapatan Daerah,” jelasnya.

BACA JUGA:
TNI Kebut Pembangunan Jembatan Aramco di Pidie dan Pidie Jaya

Menanggapi sorotan terkait penegakan syariat Islam, Bupati Muharram mengakui masih adanya tantangan. Ia menegaskan akan memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga sedang menyusun regulasi “Pageu Gampong” untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga 6,79 persen pada 2030, yang akan didukung dengan penciptaan lapangan kerja dan masuknya investor.

Terkait program Makan Bergizi Gratis, Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaannya masih dalam tahap persiapan fasilitas dan terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

Mengakhiri penyampaiannya, Bupati Muharram menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari seluruh fraksi DPRK. “Kami berharap sinergi eksekutif dan legislatif semakin kuat demi mewujudkan Aceh Besar yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya. [ ]

BPOM dan SAKA POM Aceh Sasar Warung Kopi, Edukasi Pangan Aman Lewat ‘Sanger Ureueng Aceh’

BACA JUGA:
Bantah Dihapus, Gubernur Aceh Tegaskan Program JKA Dievaluasi agar Tepat Sasaran

TERKAIT LAINNYA