KETIKKABAR.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berpotensi kehilangan pendapatan pajak hingga Rp782,68 triliun per tahun akibat kebocoran pajak yang telah berlangsung lama.
Angka ini setara dengan 3,7 persen dari PDB per kuartal, atau sekitar Rp195,67 triliun, seperti yang diungkapkan oleh riset terbaru dari Center of Economic and Law Studies (Celios).
Direktur Kebijakan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, menyebut persoalan kebocoran ini sebagai “dosa lintas generasi” yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saat ini.
Menurutnya, kelemahan ini sudah ada sejak 5 hingga 15 tahun lalu, di mana integrasi data, penegakan hukum, dan politik fiskal masih sangat lemah.
“Ini adalah dosa lintas generasi menurut saya yang harus diselesaikan, jadi tidak hanya persoalan pemerintah hari ini, tapi juga pemerintah 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun yang lalu,” ujar Media dalam peluncuran riset Celios bertajuk Jangan Menarik Pajak Seperti Berburu di Kebun Binatang, Selasa (12/8).
Lebih lanjut, Celios menilai bahwa perluasan insentif pajak yang selama ini dilakukan justru lebih memanjakan kelompok kelas atas. Hal ini terlihat dari wacana Tax Amnesty Jilid III yang hendak didorong melalui Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak.
“Promosi kebijakan tersebut seakan mengabaikan evaluasi tax amnesty pada jilid I dan II yang masih tidak optimal dari sisi target dan keadilan pajak,” tulis Celios dalam risetnya. Pendekatan fiskal semacam ini dianggap hanya reaktif dan mengejar penerimaan jangka pendek tanpa perencanaan yang komprehensif.
Untuk menambal kebocoran ini, Media Wahyudi Askar mengusulkan penerapan pajak kekayaan sebagai salah satu solusi. Ia menghitung, dengan memajaki 2 persen kekayaan dari 50 orang superkaya di Indonesia selama setahun, negara bisa mengantongi sekitar Rp81 triliun.
“Kalau kita lihat, data terakhir menunjukkan ada hampir 2 ribu orang superkaya di Indonesia. Potensi ini jauh lebih besar dari estimasi kami saat ini,” pungkas Media, menunjukkan bahwa potensi penerimaan negara dari pajak kekayaan masih sangat besar.[]
Bos K-Cung Motor Buka Suara soal Kasus Mustofa Kepala Jenggot, Beberkan Perangai Buruk Sang Youtuber










