Hukum

Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong, Hensat Sebut Pesan Damai Prabowo

KETIKKABAR.com – Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjadi sorotan.

Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio atau Hensat, menilai langkah ini sebagai pesan damai dari Presiden untuk merangkul semua pihak.

Meskipun demikian, Hensat mempertanyakan pihak yang berperan di balik keputusan tersebut, terutama amnesti untuk Hasto.

“Ini siapa yang ngelontarin umpan lambung ke Pak Prabowo sehingga ada keputusan ini? Keputusan amnesti ini kan bagus banget, semua kaget,” ujar Hensat, Sabtu (2/8/2025).

Menurut Hensat, amnesti untuk Hasto bukan sekadar langkah hukum, melainkan cerminan dari komunikasi politik yang kuat.

BACA JUGA:
Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Komoditas Pangan di Pontianak

Ia menilai Prabowo ingin menciptakan stabilitas politik dengan merangkul kelompok-kelompok yang sebelumnya dianggap berseberangan, termasuk PDIP.

“Pak Prabowo itu ngomong dari awal, dia mau merangkul semua pihak untuk pembangunan. Salah satu caranya ya seperti ini, menghilangkan kegaduhan politik yang bisa bikin eskalasi enggak oke,” jelas Hensat.

Hensat menambahkan, hubungan antara Prabowo dan PDIP sebenarnya tidak pernah benar-benar renggang. Ia mencontohkan jabatan Puan Maharani sebagai Ketua DPR tetap dipertahankan.

Bahkan, pengangkatan Junimart Girsang sebagai duta besar menunjukkan bahwa Prabowo justru menambah “kenikmatan politik” PDI Perjuangan, bukan mengutak-atiknya.

“Kalau saya sih menilainya mereka tidak pernah tidak mesra ya. PDI Perjuangan punya kenikmatan politik, kayak Mbak Puan tetap Ketua DPR, itu enggak diutak-atik,” pungkasnya.[]

Arief Poyuono: Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto, Bentuk Keadilan untuk Korban Kriminalisasi

BACA JUGA:
Resmi Gabung BRICS! Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Lagi Hanya Jadi Penonton Ekonomi Dunia

TERKAIT LAINNYA