Nasional

Indonesia Borong 48 Jet Tempur Siluman KAAN dari Turki Senilai Rp160 Triliun, Pembeli Pertama di Dunia!

KETIKKABAR.com – Langkah mengejutkan datang dari sektor pertahanan udara Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan resmi menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur siluman generasi kelima KAAN yang diproduksi oleh Turkish Aerospace Industries (TAI).

Kontrak ini sangat besar, mencapai sekitar 10 miliar dolar Amerika, dan membuat Indonesia menjadi pelanggan pertama secara internasional untuk jenis jet tempur canggih ini.

Penandatanganan terjadi pada 26 Juli 2025, dalam acara pameran pertahanan IDEF 2025 di Istanbul, Turki. Proses ini menunjukkan peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Turki, yang sebelumnya hanya berupa MoU pada Indo Defence 2024.

Tapi, mengapa Indonesia bersedia menghabiskan dana besar tersebut, bahkan ketika jet tempur ini belum mulai diproduksi massal? Berikut penjelasan detilnya:

1. KAAN Dirancang Sebagai Jet Tempur Siluman Generasi Kelima Jet tempur KAAN (sebelumnya bernama TF-X) adalah proyek besar Turki untuk mengganti pesawat F-16 mereka.

KAAN dirancang memiliki kemampuan siluman, kecepatan supersonik, ruang senjata internal, dan sistem avionik canggih yang didukung AI.

Menurut sumber Army Recognition, KAAN memiliki bentuk tubuh ramping dengan sayap delta dan canard untuk manuver cepat. Sistem saluran udara S-duct dan material penyerap radar digunakan untuk mengurangi jejak radar pesawat.

2. Performa Pesawat Mampu Tembus Mach 1,8
Menurut sumber yang sama, KAAN mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar Mach 1,8 dan operasional hingga ketinggian 55.000 kaki. Jarak tempur efektifnya mencapai 1. 100 kilometer. Pada tahap awal, pesawat ini menggunakan mesin General Electric F110-GE-129, yang sama dengan mesin di F-16 dan F-15.

Namun, Turki sedang mengembangkan mesin dalam negeri bernama TEI TF35000 yang rencananya diuji pada 2026 dan mulai digunakan sepenuhnya pada 2032. Seperti dilaporkan Breaking Defense, mesin ini dirancang untuk membuat KAAN lebih mandiri dari pasokan luar negeri.

BACA JUGA:
Korlantas Polri Permudah Perpanjangan STNK Kendaraan Bekas Tanpa KTP Pemilik Asli

3. Dilengkapi Radar AESA dan Teknologi AI
Di sektor avionik, KAAN dilengkapi radar AESA MURAD buatan ASELSAN, sistem IRST, dan sensor DAS seperti yang digunakan pada F-35. Seluruh sistem ini didukung AI untuk membantu pilot membuat keputusan cepat di medan pertempuran.

“TAI bekerja sama dengan banyak perusahaan lokal untuk membuat solusi avionik terpadu yang membuat pesawat ini benar-benar memenuhi standar generasi kelima,” tulis Army Recognition dalam laporannya.

4. Indonesia Menjadi Pembeli Pertama di Dunia

Menurut laporan Aviation Week, Indonesia dan Turki telah menandatangani kontrak pembelian yang mencakup pengiriman 48 unit pesawat tempur KAAN selama 10 tahun ke depan.

Selain itu, ada kesepakatan mengenai pindah teknologi, kerja sama dalam produksi, dan keterlibatan industri antara perusahaan Turki TAI dan mitra dari Indonesia.

Dijelaskan bahwa perusahaan PT Dirgantara Indonesia dan PT Republik Armorindo Defense akan terlibat langsung dalam proses membangun komponen, mengintegrasikan sistem, hingga memberikan pelatihan teknis.

Pembelian ini terjadi meskipun pesawat KAAN masih dalam tahap prototipe, dan dianggap sebagai langkah strategis agar Indonesia bisa mendapatkan akses awal ke teknologi pesawat tempur masa depan.

5. Pengembangan Masih Berlangsung, Tapi Turki Sangat Ambisius

KAAN melakukan penerbangan pertama pada 21 Februari 2024, lalu uji terbang kedua pada 6 Mei 2024. Sementara itu, prototipe ketiga dan keempat sedang dalam proses pengembangan.

TAI bahkan berencana mengirimkan 20 unit KAAN ke Angkatan Udara Turki mulai tahun 2028, lalu meningkatkan produksinya menjadi dua unit per bulan mulai 2029.

BACA JUGA:
Tim Gabungan Satgas Damai Cartenz Temukan Ratusan Batang Ganja di Pegunungan Bintang

Menurut Anadolu Agency, Turki tengah memesan enam prototipe KAAN untuk mempercepat proses sertifikasi dan uji operasional. Langkah ini mencerminkan komitmen Turki dalam mengembangkan industri pesawat tempur generasi kelima di luar Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

6. Bisa Bersaing dengan F-35? Masih Panjang, Tapi Potensial Tinggi

KAAN kerap disebut sebagai “jawaban Turki terhadap F-35”. Namun, menurut analis pertahanan dalam laporan Modern Diplomacy, KAAN belum bisa menyaingi F-35 secara langsung karena beberapa fitur seperti siluman dan sistem sensor masih perlu diujicobakan secara menyeluruh.

Akan tetapi, jika rencana teknologi Turki dapat terealisasi, KAAN bisa menjadi pesaing kuat dalam pasar ekspor pesawat tempur di masa depan.

7. Negara Lain Juga Berminat

Selain Indonesia, beberapa negara lain juga menunjukkan minat terhadap KAAN. Laporan dari Business Insider menyebutkan bahwa Pakistan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi tertarik untuk ikut dalam program ekspor KAAN.

Bagi Indonesia, menjadi pembeli pertama berarti membuka peluang kerja sama jangka panjang serta akses ke teknologi militer generasi baru.

Pembelian KAAN oleh Indonesia merupakan langkah besar dan berani. Meski masih dalam tahap pengembangan, KAAN memiliki spesifikasi tinggi serta kemampuan siluman yang memadai.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kekuatan tempur Indonesia di masa depan, tetapi juga membuka peluang transformasi industri pertahanan dalam negeri melalui pindah teknologi dan kerja sama produksi.[]

Misteri Kematian Diplomat Arya Daru: Polisi Duga Depresi, Analis Soroti Ponsel dan Pertanyaan Sensitif

TERKAIT LAINNYA