Politik

Amien Rais Soroti Lagi Ijazah Jokowi: “Sudah Banyak Makan Korban”

KETIKKABAR.com – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, kembali menyoroti polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.

Dalam video singkat yang diunggah melalui akun X pribadinya, Senin (21/7/2025), Amien menyebut bahwa isu keaslian ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menjadi “drama” panjang yang memakan banyak korban.

“Isu ijazah palsu Jokowi sudah banyak makan korban,” ujar Amien.

Menurut Amien, setidaknya dua orang telah dijatuhi hukuman penjara karena mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi. Mereka adalah Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Solo sebelumnya menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada keduanya atas dakwaan penyebaran berita bohong.

Namun, Amien menyebut hukuman Gus Nur telah dipangkas dan kini ia sudah bebas bersyarat setelah menjalani dua pertiga masa hukumannya.

BACA JUGA:
Garuda Institute Desak Aparat Usut Dugaan Kudeta Terhadap Presiden Prabowo

“Gus Nur kena enam tahun oleh PN Surakarta, kemudian dikurangi dua tahun oleh PN Semarang. Sekarang sudah bebas,” kata Amien.

Sementara itu, Bambang Tri masih menjalani masa tahanan.

 Bacaa juga: Amien Rais: Prof Sofian Effendi Ditekan Kekuatan Politik Soal Pernyataan Ijazah Jokowi

Tak hanya soal pidana, Amien juga menyebut tekanan politik sebagai faktor lain yang menjatuhkan mereka yang bersuara soal isu ijazah Jokowi.

Ia menyinggung Prof Sofian Effendi, mantan Rektor UGM (2002–2007), yang baru-baru ini mencabut seluruh pernyataannya terkait riwayat kuliah Jokowi.

Sofian sebelumnya mengklaim bahwa Jokowi hanya mencapai gelar sarjana muda (B.Sc) karena skripsinya tidak diujikan akibat nilai IPK yang rendah.

BACA JUGA:
Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

Klaim itu disampaikannya dalam wawancara bersama pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, yang tayang di kanal YouTube Langkah Update pada 16 Juli 2025.

Namun sehari setelahnya, Sofian menarik pernyataan tersebut melalui surat resmi tertanggal 17 Juli 2025.

“Dia harus menarik pendapatnya kepada Doktor Rismon. Saat itu dia mengatakan Jokowi memang pernah kuliah di FK UGM, hanya saja sampai sarjana muda. Ini kuat sekali,” ujar Amien.

Dalam surat tersebut, Sofian menyatakan permohonan maaf dan meminta video wawancara ditarik dari peredaran.

“Saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran,” tulis Sofian.[]

TERKAIT LAINNYA