Daerah

Wali Nanggroe Fasilitasi Workshop Pendidikan Aceh–Singapura

KETIKKABAR.com – Suasana hangat penuh semangat kerja sama mewarnai workshop pendidikan antara Kementerian Pendidikan Singapura dan para pimpinan serta perwakilan guru SMP se-Kota Banda Aceh, yang digelar di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh, Kamis malam (17/7/2025).

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar sebagai bagian dari komitmen membangun hubungan luar negeri untuk penguatan sektor pendidikan Aceh.

Dari pihak Singapura hadir Willy Kurniawan (Manajer Utama Kementerian Pendidikan Singapura), Jerrica Yap Wee Ping (Konsul Konsulat Jenderal Singapura), dan Wei Kit (Manajer Kementerian Pendidikan Singapura).

Turut hadir Kadis Pendidikan Aceh Marthunis dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh Sulaiman Bakri.

Wali Nanggroe dalam sambutannya menegaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah dijalin sejak lima tahun terakhir.

BACA JUGA:
Mediasi Wagub Fadhlullah Akhiri Kebuntuan APBK Aceh Singkil 2026

“Sejak berakhirnya masa konflik, pendidikan adalah tantangan utama Aceh. Maka kita harus membangun jaringan, membuka peluang seluas-luasnya, termasuk dengan Singapura yang sudah terbukti sukses di sektor ini,” ujar Tgk. Malik Mahmud.

Baca juga: Persiraja Banda Aceh Perpanjang Kontrak Akhyar Ilyas untuk Musim 2025/26

Beliau mencontohkan Singapura sebagai negara kecil tanpa sumber daya alam, namun berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia berkat pemimpin visioner dan sistem pendidikan yang berkualitas.

“Kalau Aceh bisa mengelola pendidikan dengan baik, maka kita akan mampu melahirkan pemimpin hebat dan masyarakat yang sejahtera,” tambahnya.

Wali Nanggroe juga meminta Dinas Pendidikan Aceh dan Banda Aceh untuk menindaklanjuti kerja sama ini secara konkret, agar membawa dampak langsung pada kualitas guru, siswa, dan sistem pendidikan secara keseluruhan.

BACA JUGA:
Wagub Fadhlullah Ajak Wartawan Perkuat Kolaborasi dalam Isu Kebencanaan

Sementara itu, Willy Kurniawan dari Kementerian Pendidikan Singapura memaparkan sistem pendidikan mereka yang berorientasi pada kompetensi, teknologi, dan karakter.

“Kami ingin mengeksplorasi potensi kerja sama, mulai dari pertukaran pelajar, beasiswa, hingga pelatihan guru. Kami sangat tertarik untuk berkolaborasi lebih dekat dengan sekolah-sekolah di Aceh,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, para guru dan kepala sekolah yang hadir menyambut antusias peluang ini, dengan banyak yang berharap adanya akses beasiswa, magang, serta pertukaran pengetahuan dan kurikulum pendidikan modern.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun kerja sama pendidikan Aceh–Singapura, sebagai bagian dari strategi jangka panjang mewujudkan Aceh yang unggul dan berdaya saing global.[]

TERKAIT LAINNYA