KETIKKABAR.com – Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, S.E., menanggapi langsung aksi unjuk rasa ratusan tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) yang digelar di lobi utama Kantor Gubernur Aceh, Jumat (18/7).
Para nakes menuntut pencairan dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan jasa medis/remunerasi yang hingga kini belum diterima.
Didampingi Direktur Utama RSUDZA, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Kepala Biro Pembangunan Aceh, serta perwakilan Bappeda Aceh, Wagub Fadhlullah menemui peserta aksi dan melakukan dialog terbuka untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan tersebut.
“Dananya sudah standby. Yang menjadi masalah adalah regulasi. Aturan ini sudah keluar sejak lama, bahkan sebelum kami menjabat. Dalam regulasi itu, tidak bisa dua-duanya harus memilih antara TPP atau remunisasi,” jelas Wagub Fadhlullah di hadapan para nakes.
Meski terkendala aturan, Fadhlullah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen memenuhi hak para tenaga kesehatan, namun tetap melalui prosedur yang sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Kami sepakat dengan Bapak dan Ibu semua. Pemerintah akan memperjuangkan hak-hak nakes, termasuk tuntutan hari ini. Namun perlu waktu dan prosedur agar semuanya berjalan baik dan sah secara hukum,” tegasnya.
Baca juga: Wali Nanggroe Fasilitasi Workshop Pendidikan Aceh–Singapura
Ia juga meminta para tenaga kesehatan untuk bersabar dan tetap mengedepankan komunikasi yang konstruktif. Menurutnya, peran tenaga kesehatan sangat vital dalam pelayanan publik, dan karena itu, Pemerintah Aceh akan terus mencari solusi terbaik tanpa menabrak aturan.
“Kami memahami kegelisahan para nakes. Tapi mari kita selesaikan bersama melalui jalur yang benar dan profesional,” ujarnya.
Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah mendengar penjelasan dari Wakil Gubernur dan jajaran, para nakes menyampaikan harapan agar janji pemerintah segera direalisasikan dalam waktu dekat.[]

















