Internasional

Luka di Bunker Teheran: Upaya Gagal Membunuh Presiden Iran?

KETIKKABAR.com – Langit malam di barat laut ibu kota Iran mendadak bergemuruh. Enam bom pintar dijatuhkan dari jet tempur tak dikenal, menghantam sebuah lereng pegunungan yang menyimpan rahasia paling sensitif negara itu sebuah bunker bawah tanah yang digunakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Di dalamnya, Presiden Masoud Pezeshkian sedang memimpin rapat darurat bersama petinggi militer dan intelijen. Mereka membahas eskalasi konflik dengan Israel—yang memuncak sejak 13 Juni setelah serangan mendadak Israel menghantam situs nuklir Iran.

Ledakan pertama mengguncang ruang konferensi. Sistem listrik dan ventilasi mati. Alarm tak berfungsi. Menurut laporan Fars News, media dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Presiden Pezeshkian mengalami luka ringan di bagian kaki saat dievakuasi tergesa-gesa lewat lorong darurat.

“Itu bukan sekadar serangan,” ujar seorang pejabat Iran kepada Fars. “Itu adalah upaya pembunuhan langsung terhadap kepala tiga cabang pemerintahan. Sebuah kudeta dari udara.”

BACA JUGA:
Negosiasi Terakhir Sebelum Perang! Pakistan Paksa AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Fars melaporkan seluruh enam akses keluar-masuk bunker tertimbun reruntuhan. Proses evakuasi menjadi sangat lambat, dan hampir mustahil melakukan kontak eksternal. Seluruh sistem komunikasi internal lumpuh total.

Video warga sekitar, yang sempat tersebar luas di media sosial Iran sebelum diblokir, menunjukkan cahaya ledakan di kaki bukit, diikuti oleh gelombang panas dan guncangan tanah yang terasa hingga radius 10 km dari pusat kota Teheran.

Baca juga: Pejabat Senior Iran Klaim Israel Gunakan Jin dan Ilmu Gaib dalam Perang

Beberapa hari setelahnya, dalam pidato publik yang penuh emosi, Presiden Pezeshkian secara langsung menuduh Israel berada di balik serangan tersebut. Ia menyebutnya sebagai “serangan pengecut yang gagal menggulingkan kedaulatan Iran.”

Namun, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membantah:

BACA JUGA:
Khawatir Eskalasi, Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade Selat Hormuz

“Kami tidak pernah menargetkan kepala negara. Tujuan kami jelas: mencegah Iran memiliki senjata nuklir, bukan mengganti rezim,” tegasnya.

Tuduhan Iran diperkuat oleh laporan internal intelijen Iran yang menyebut serangan dilakukan oleh jet tempur siluman dengan pola serangan identik milik Israel. Sumber lain menyebut keterlibatan Mossad dalam mengidentifikasi lokasi bunker tersebut.

Sementara Israel-Iran saling menyerang, Amerika Serikat tiba-tiba ikut masuk ke gelanggang. Pada 22 Juni, Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran mengklaim keberhasilan “menghancurkan infrastruktur strategis Iran tanpa korban sipil besar”.

Namun hanya sehari berselang, pada 23 Juni, Trump mengumumkan gencatan senjata mendadak. Banyak pihak menduga kesepakatan itu merupakan hasil tekanan diplomatik dari Eropa dan Rusia yang khawatir konflik akan meluas ke perang regional. []

TERKAIT LAINNYA