KETIKKABAR.com – Publik kembali menyoroti keberadaan sejumlah loyalis dan relawan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang terus merambah ke jabatan strategis, bahkan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu nama yang belakangan ramai diperbincangkan adalah Ade Armando, politikus PSI yang ditunjuk sebagai Komisaris PT PLN Nusantara Power (PLN NP).
Padahal, selama ini Ade dikenal sebagai pendukung garis keras Jokowi dan bahkan sempat menolak pencalonan Prabowo pada Pilpres 2024. Namun, kini dirinya justru menjadi bagian dari struktur penting di anak usaha BUMN setrum tersebut.
“Benar, Kamis (3/7) sudah serah terima jabatan,” ujar Ade kepada wartawan, mengonfirmasi penunjukannya.
Nama Ade Armando pun tercantum dalam dokumen hasil RUPS PLN NP tertanggal 1 Juli 2025, bersama beberapa nama lain seperti Suharyono, M. Pradana Indraputra, Adam Muhammad, dan Muhammad Syafi’i. Sementara itu, posisi Dirut dijabat oleh Ruly Firmansyah.
Selain Ade, sederet nama relawan Jokowi juga menduduki jabatan komisaris BUMN:
-
Relly Reagen, Sekjen Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), ditunjuk sebagai Komisaris PT Bio Farma (Persero).
-
Nizar Ahmad Saputra, Sekjen Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), kini Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).
-
Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), dipercaya menjadi Komisaris ID Food.
Kehadiran mereka kembali memantik diskusi lama soal ‘politik balas jasa’ dan praktik pembagian kursi komisaris kepada loyalis.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, mengungkap bahwa proses penunjukan komisaris BUMN masih dikendalikan oleh Erick Thohir, yang disebut tetap berkoordinasi erat dengan lingkaran Jokowi.
“Info valid: Pengangkatan Komisaris BUMN saat ini masih di tangan ET dan kendali dari Solo. Jangan heran kalau komisaris BUMN diisi Geng Solo dan Termul,” tulisnya di akun X, Minggu (13/7/2025).
Penceramah Ustaz Hilmi Firdausi turut melontarkan kritik pedas terhadap pengangkatan Ade Armando. Ia menyindir bahwa janji membuka lapangan kerja tampaknya hanya berlaku bagi elite.
“Alhamdulillah, satu lagi janji politik membuka lapangan kerja terpenuhi. Tapi bukan buat rakyat jelata, melainkan buat Bang Ade,” tulisnya via akun X, Senin (7/7/2025).
Hilmi juga menyinggung sejumlah kontroversi Ade, termasuk soal celana raib saat demo, pernyataan tentang Alquran dan hip-hop, serta pujian berlebihan kepada Wapres Gibran.
“Kalau dia bilang Wapres terbaik di galaksi, mungkin udah dikasih jadi komisaris BUMN luar angkasa. Kita rakyat cuma bisa tepuk jidat sambil bayar listrik yang terus naik,” sindirnya. []


















