KETIKKABAR.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), tampil sebagai pembicara utama dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) periode 2025–2030, Minggu malam (13/7/2025), di Hotel Bidakara, Jakarta.
Dipimpin oleh Fathan Subchi sebagai ketua umum baru, acara ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, tokoh yang akrab disapa Cak Imin membuka pidatonya dengan menyentil soal kepedulian terhadap lingkungan.
“Pak Nasaruddin Umar. Menteri Agama Republik Indonesia. Luar biasa Pak Nazar ini, malah ngingetin kita soal lingkungan hidup. Ada ulama yang justru merasa lingkungan nggak penting,” ucapnya sembari tersenyum.
“Ini tanda-tanda zaman apa ini? Pemerintah justru peduli lingkungan, sementara ada ulama yang anggap enteng. Wallahu alam bissawab,” tambah Ketua Umum PKB itu, disambut tawa hadirin.
Baca juga: Relawan Jokowi Tuding Habib Rizieq Jadi Konsultan Gerakan Pemakzulan Gibran
Dalam suasana cair, Cak Imin juga menyapa tokoh-tokoh alumni PMII yang kini duduk di pemerintahan, seperti Wamen Aminuddin Maruf, Faisol Reza, dan Juri Ardiantoro. Sambil bercanda, ia mengaku dulu tak terlalu peduli dengan kondisi keuangan pribadinya.
“Dulu saya tuh enggak pernah peduli dompet ada uang atau nggak. Yang penting ada kartu kredit,” kelakarnya, mengundang gelak tawa di ruangan.
Cak Imin tak melewatkan kesempatan untuk menyinggung soal para wakil menteri (wamen) yang kini banyak juga merangkap jabatan sebagai komisaris BUMN. Ia menyebut dalam aktivitas politik seperti di PKB, kerap dibutuhkan logistik yang tak sedikit.
“Nah gara-gara wamen-wamen pada jadi komisaris, kita ngiler juga. Jadi mikir, ini kira-kira bisa seperti mereka nggak nasib kita ini?” ucapnya santai.
“Kira-kira dapil masih aman nggak ya? Wamen-wamen ini luar biasa. Tapi soal rejeki, ya itu urusan Tuhan. Tapi mereka ini… bikin lemas lah,” tutupnya dengan nada jenaka.[]


















