KETIKKABAR.com – Forum Purnawirawan TNI mengancam akan menduduki Gedung MPR jika desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus diabaikan parlemen.
Ancaman keras itu disampaikan Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, eks Kepala Staf Angkatan Laut, dalam konferensi pers di Hotel Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (2/7).
“Kita gak perlu menunggu lagi. Kalau perlu, kita selesaikan secara jantan. Kalau cara sopan diabaikan, kita duduki MPR Senayan!” tegasnya.
Slamet menyebut bangsa berada di “ujung tanduk” jika Gibran tetap menjadi Wapres. Ia menyerukan mobilisasi nasional untuk menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.
“Mau enggak mau, kita semua harus bergerak. Negara ini bisa tinggal nama,” katanya dengan nada geram.
Ia juga menyesalkan sikap DPR yang tak merespons surat resmi dari pihaknya, bahkan menyebut parlemen tidak sopan kepada para purnawirawan TNI.
“Kita kirim surat dengan sopan, tapi mereka diam. Itu penghinaan terhadap kami,” ujarnya.
Baca juga: Forum Purnawirawan TNI: “Negara Terancam Dipimpin Tamatan SMP!”
Seruan Slamet langsung disambut semangat hadirin. Acara dilanjutkan dengan Ikrar Kebangsaan yang mengulang lima sila Pancasila sebagai bentuk komitmen terhadap keutuhan NKRI.
Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya:
-
Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi – eks Wakil Panglima TNI
-
Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan – eks KSAU
-
Mayjen (Purn) Soenarko – eks Danjen Kopassus
-
Erros Djarot – budayawan
-
Refly Harun – pakar hukum tata negara
-
Said Didu – tokoh masyarakat
Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani mengaku belum menerima surat pemakzulan Gibran. Ia beralasan masa sidang baru dibuka dan surat masih menumpuk.
“Kalau surat sudah diterima, akan kami proses sesuai mekanisme,” jelas Puan di Senayan, Selasa (1/7).
Ia juga menyebut belum ada koordinasi dengan MPR dan DPD karena surat belum resmi masuk ke meja DPR.[]


















