Daerah

Gubernur Mualem Gelar Kenduri Akbar Sambut Kembalinya Empat Pulau ke Wilayah Aceh

KETIKKABAR.com – Pulau Panjang, sebuah pulau indah yang berbatasan langsung dengan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, disesaki ribuan masyarakat Aceh Singkil pada Sabtu (28/6/2025).

Dalam suasana penuh haru dan semangat, mereka menggelar kenduri akbar dan doa bersama sebagai bentuk syukur atas kembalinya empat pulau: Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Besar (Gadang), dan Pulau Mangkir Kecil (Ketek) ke dalam wilayah administratif Provinsi Aceh.

Momentum bersejarah itu dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, didampingi istri dan Bupati Aceh Singkil, Safriadi.

Di hadapan massa yang memadati pesisir pulau, Mualem memompa semangat rakyat dengan pekikan lantang: “Ini pulau kita!”, yang langsung disambut gegap gempita warga.

Acara diawali dengan zikir dan doa bersama, dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak yatim dan jamuan makan massal dari hasil sembelihan sejumlah ekor sapi.

BACA JUGA:
Tingkatkan Profesionalisme Pers, 26 Wartawan di Aceh Dinyatakan Kompeten dalam UKW 2026

Masyarakat berdatangan menggunakan perahu dan boat nelayan, bahkan banyak yang menginap sejak malam sebelumnya demi mengikuti momen sakral ini.

Baca juga: Mualem Pulang Bawa Kabar Kemenangan! Empat Pulau Kembali ke Aceh

Dalam pidatonya, Mualem mengucapkan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendukung perjuangan pengembalian empat pulau tersebut, khususnya Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilainya telah mengambil langkah bijaksana dan berani.

“Ini bukan sekadar keputusan administratif. Ini tentang sejarah, hak rakyat Aceh, dan penghormatan terhadap aspirasi yang tak pernah padam,” ujar Mualem penuh makna.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Mendagri, Mensesneg, Setkab, serta Forbes DPR/DPD RI asal Aceh atas dukungan mereka dalam proses ini.

Gubernur Muzakir Manaf menegaskan bahwa keempat pulau tersebut tidak akan dibiarkan terbengkalai. Pemerintah Aceh akan membangun infrastruktur pendukung agar pulau-pulau ini bisa dihuni dan dikembangkan, khususnya dalam sektor pariwisata bahari unggulan.

BACA JUGA:
Sekjen PP PSM Kukuhkan Kepengurusan Pencak Silat Militer Wilayah Provinsi Aceh

“Pulau Panjang sangat potensial. Kita akan kenalkan ke pasar luar negeri, termasuk Timur Tengah. Tapi yang paling penting, pulau ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan seruan kepada masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan demi keberlanjutan pembangunan kawasan ini.

Kenduri akbar di Pulau Panjang bukan hanya selebrasi atas kembalinya empat pulau ke Aceh. Ia menjadi simbol kemenangan martabat, sejarah, dan masa depan rakyat Aceh.

Empat pulau itu kembali bukan hanya dalam peta, tapi juga dalam hati masyarakat yang selama ini memperjuangkannya dengan ketulusan dan keyakinan.

“Ini adalah bagian dari marwah Aceh,” ujar Mualem, menutup perhelatan dengan penuh haru dan kebanggaan.[]

TERKAIT LAINNYA