Daerah

Pekerja HTI Tewas Diterkam Harimau di Riau

KETIKKABAR.com – Seorang operator alat berat bernama Hadito alias Kuang (23), asal Sambas, Kalimantan Barat, tewas diterkam harimau Sumatera pada Selasa malam, 24 Juni 2025.

Peristiwa tragis ini terjadi di areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Citra Holindo, subkontraktor perusahaan akasia, yang berlokasi di Distrik Merawang, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Korban diserang saat hendak buang hajat di kamar mandi dekat camp pekerja, sekitar pukul 19.30 WIB. Jasadnya ditemukan 100 meter dari lokasi dengan luka gigitan dan cakaran harimau.

Kepala Desa Pulau Muda, Andika Sing, membenarkan bahwa harimau memang kerap terlihat di sekitar desa. Namun, intensitas kemunculannya dalam dua bulan terakhir meningkat drastis.

“Biasanya hanya muncul saat warga ke kebun, tidak sampai menyerang. Tapi dua bulan ini lebih sering muncul, bahkan sudah memangsa ternak dan mendekati perkampungan,” ungkap Andika, Jumat (27/6/2025).

BACA JUGA:
Perkuat Akses Warga, Babinsa Kodim 0108/Agara dan Masyarakat Perbaiki Jembatan Gantung

Baca juga: Hijaukan Aceh Besar! 10 Ribu Mangrove Jadi Warisan untuk Anak Cucu

Ia menduga peningkatan konflik disebabkan oleh makin sempitnya habitat satwa akibat pembukaan lahan, termasuk penebangan akasia dan replanting perkebunan sawit. Harimau diduga kehilangan ruang berburu alaminya.

Menanggapi kejadian ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera menurunkan tim ke lokasi bersama kepolisian dan pihak perusahaan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan lokasi insiden berada di kantong harimau Sumatera di lanskap Kerumutan, yang berbatasan dengan kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan.

“Tim menemukan dua jejak berbeda yang mengindikasikan ada dua individu harimau Sumatera di sekitar lokasi,” jelas Ujang.

BBKSDA tengah melakukan penilaian risiko konflik lanjutan untuk menentukan langkah mitigasi—termasuk kemungkinan penangkapan evakuatif terhadap satwa yang menyerang.

BACA JUGA:
Sambut Idul Adha 1447 H, Kodam Iskandar Muda Sembelih 23 Hewan Kurban

Andika juga mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa insiden yang melibatkan harimau, termasuk penampakan satwa yang melompati jalan desa dan tertabrak kendaraan, serta serangan terhadap pekerja lain yang mengalami luka di kepala. Namun kasus-kasus tersebut tidak sampai tersebar luas.

“Baru kali ini korban meninggal dunia, makanya langsung heboh,” kata dia.

Selain penyelidikan, BBKSDA melakukan sosialisasi pencegahan konflik satwa liar kepada pekerja, termasuk edukasi untuk tidak beraktivitas sendiri di malam hari dan meningkatkan pengawasan di sekitar camp.

Ujang menekankan pentingnya kerja sama antara perusahaan, masyarakat, dan otoritas konservasi dalam upaya pencegahan konflik berulang.

“Kami sedang mengkaji opsi terbaik, karena evakuasi harimau bukan keputusan ringan. Kami pertimbangkan aspek ekologi dan keselamatan manusia,” tutup Ujang.[]

TERKAIT LAINNYA