KETIKKABAR.com – Sinergi antara dunia usaha dan institusi pertahanan kembali diperkuat. Pada Kamis (26/6/2025), Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menerima bantuan 100 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari PT. Indolok Bakti Utama, dalam sebuah pertemuan hangat di Balé Sanggamara, Markas Kodam IM, Banda Aceh.
Audiensi sekaligus penyerahan simbolik itu dipimpin langsung oleh Pangdam IM, Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han.), yang didampingi para pejabat utama Kodam.
Dari pihak perusahaan, hadir President Director PT. Indolok, Rahmat Rezki, bersama jajaran manajemen.
Dalam sambutannya, Pangdam IM menggarisbawahi bahwa bantuan ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi memiliki nilai strategis dalam membangun kultur kesiapsiagaan di lingkungan militer.
“APAR ini menjadi bagian dari kesiapan awal dalam menghadapi bahaya kebakaran. Lebih dari itu, ini menjadi sarana edukasi—bagi prajurit dan juga masyarakat sekitar, untuk terus waspada dan tanggap terhadap potensi bencana,” ujar Mayjen Niko Fahrizal.
Baca juga: Sinergi Teguh, Kodam IM dan BSI Aceh Perkuat Pendidikan dengan 30 PC Bantuan
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk membangun sistem pertahanan yang adaptif, tidak hanya terhadap ancaman militer, tetapi juga ancaman non-tradisional seperti bencana dan insiden lingkungan.
Sementara itu, dalam pemaparannya, President Director PT. Indolok, Rahmat Rezki, menyampaikan bahwa perusahaan yang telah berdiri sejak 1972 ini memiliki visi besar: menghadirkan solusi keselamatan berbasis teknologi dan edukasi.
Melalui pendekatan digital dan komitmen CSR (Corporate Social Responsibility), PT. Indolok tak sekadar menjual produk, tapi juga membangun kesadaran akan budaya keselamatan.
“Penyerahan 100 unit APAR ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kami. Kami ingin berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan militer yang aman, tertib, dan tangguh,” jelas Rahmat.
Ia berharap langkah ini menjadi pemantik kolaborasi lebih luas, termasuk dalam pelatihan bersama, simulasi darurat, dan peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi risiko kebakaran.
Baca juga: Kasdam IM Tinjau Solar Dryer Dome Jelang Kunjungan Menhan RI ke Aceh
Mayjen Niko Fahrizal menyambut baik harapan tersebut. Baginya, kerja sama ini bisa berkembang menjadi sinergi berkelanjutan, khususnya di bidang pelatihan mitigasi bencana, teknologi deteksi dini, hingga pemanfaatan sistem keamanan terpadu di satuan-satuan militer.
“TNI harus siap menghadapi segala bentuk ancaman, baik itu ancaman konvensional maupun bencana alam dan kebakaran. Kami berkomitmen untuk terus membangun jaringan kerja sama strategis seperti ini,” tegas Pangdam IM.
Acara audiensi tersebut juga turut dihadiri oleh Asintel, Aster, Aslog, Kaku, dan Kapendam IM. Momen ini menjadi bukti konkret bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan masyarakat dan sektor swasta terus tumbuh melalui aksi-aksi nyata yang berdampak langsung bagi keselamatan dan kesejahteraan publik.[]




















