Internasional

Putin Turun Tangan! Rusia Kutuk Serangan AS, Medvedev Ancam Iran Bisa Dapat Nuklir

KETIKKABAR.com – Di tengah membara-nya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, Rusia tampil mencolok sebagai penyeimbang yang kontroversial.

Presiden Vladimir Putin akhirnya buka suara, menanggapi eskalasi terbaru pascaserangan udara AS ke tiga fasilitas nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—pada Minggu, 22 Juni 2025.

Putin, dalam pidatonya di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, mempertegas posisi Moskow:

“Hampir dua juta warga bekas Uni Soviet tinggal di Israel. Tapi kami juga punya hubungan erat dengan Iran. Kami membangun reaktor nuklir mereka di Bushehr. Rusia tak bisa mengabaikan siapa pun,” katanya, dikutip dari TASS, Senin (23/6/2025).

Baca juga: Trump Tertipu! Iran Evakuasi 400 Kg Uranium Sebelum Rudal AS Menghantam

BACA JUGA:  AS Lakukan Evakuasi Rahasia: Donald Trump Berpindah ke Pesawat Militer Lewat Truk Katering akibat Ancaman Iran

Putin menyebut pihak-pihak yang meragukan loyalitas Rusia sebagai “provokator”, seraya menegaskan bahwa 15 persen warga Rusia adalah Muslim, dan Rusia adalah pengamat resmi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Kementerian Luar Negeri Rusia secara resmi mengutuk serangan AS, menyebutnya sebagai:

“Sebuah eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Ini mengancam keamanan regional dan global.”

Putin bahkan menawarkan diri sebagai penengah konflik, dengan ide mediasi: Iran boleh mengejar program nuklir damai, sambil tetap menjamin keamanan Israel.

Pernyataan lebih keras justru datang dari Dmitry Medvedev, mantan Presiden Rusia sekaligus Wakil Ketua Dewan Keamanan.

Dalam unggahan media sosialnya, Medvedev memperingatkan bahwa serangan AS bisa jadi bumerang:

BACA JUGA:  Sultan Hassanal Bolkiah Copot Gelar Menantu Kerajaan, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Dinilai Langgar Etika Istana

“Sejumlah negara siap menyuplai Iran dengan hulu ledak nuklir mereka. Pengayaan nuklir akan berlanjut. Bahkan produksi senjata nuklir Iran tampak tak terelakkan,” katanya, dikutip Jerusalem Post.

Baca juga: Neraka di Israel! Rudal Iran Hantam Tel Aviv & Haifa

Medvedev menilai serangan Israel dan AS telah mempersatukan rakyat Iran, bahkan mereka yang sebelumnya menentang pemerintah kini mendukung penuh kepemimpinan Ayatollah Khamenei.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah membalas Israel. Melalui akun X (Twitter), ia menyatakan:

“Musuh Zionis telah melakukan kesalahan fatal. Mereka harus dihukum—dan sedang dihukum saat ini.”

Meski tidak menyebut serangan AS secara langsung, Khamenei menegaskan serangan ke Tel Aviv akan ditingkatkan.[]

TERKAIT LAINNYA