Daerah

Bendungan Jebol, Bupati Aceh besar Terjun ke Lhoong!

KETIKKABAR.com – Kerusakan irigasi yang dikeluhkan warga membuat Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, turun langsung ke lapangan.

Didampingi Kepala Dinas PUPR, Ir. Syahrial Amanullah, serta Tim Commando Independen dan petani setempat, Syech Muharram meninjau kondisi bendungan dan saluran irigasi di Kecamatan Lhoong, Jumat (20/6/2025).

Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan yang menjadi prioritas utama pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris dan Drs. H. Syukri A. Jalil.

Dalam lima tahun ke depan, keduanya menargetkan percepatan pembangunan pertanian melalui kemandirian pangan dan kedaulatan air.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pun mulai menginventarisasi lahan-lahan pertanian yang selama ini tidak produktif akibat kerusakan irigasi atau minimnya infrastruktur pendukung.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Baca juga: Sidak Puskesmas, Syech Muharram Temukan Kekurangan Layanan di Lhoong

Saat meninjau Bendungan Blang Meureng di Gampong Ketapang, Bupati menemukan kerusakan parah dan langsung menginstruksikan pembangunan bendungan baru.

Kondisi saluran Irigasi di kecamatan Lhoong Aceh Besar Jumat 20062025 FOTOMC ACEH BESAR
Kondisi saluran Irigasi di kecamatan Lhoong Aceh Besar Jumat 20062025 FOTOMC ACEH BESAR

“Sudah rusak berat. Lebih baik dibangun ulang agar lebih kuat dan debit air lebih besar,” tegasnya kepada Kadis PUPR.

Peninjauan berlanjut ke Irigasi Blang Kura di Gampong Lam Juhang. Rombongan harus menggunakan sepeda motor dan melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar. Di lokasi, bendungan terlihat jebol total hingga air tak lagi mengalir ke lahan persawahan warga.

Kepada awak media, Syech Muharram menyampaikan tekadnya untuk memulihkan kembali produktivitas pertanian Aceh Besar.

BACA JUGA:
KNA Perkuat Konsolidasi Masyarakat Gayo di Banda Aceh Melalui Halal Bihalal

“Kami sedang mendata ulang sawah-sawah produktif yang terbengkalai karena tak teraliri air. Ini bagian dari strategi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mayoritas masyarakat Aceh Besar adalah petani dan sektor ini menyumbang lebih dari 60% ekonomi daerah.

“Jika irigasi berfungsi, hasil panen meningkat, dan ekonomi masyarakat pun akan cepat tumbuh. Ini bukan mimpi, tapi target yang bisa dicapai,” pungkasnya penuh optimisme.[]

TERKAIT LAINNYA