Daerah

Viral Warga Tebus Daging Kurban Rp15 Ribu di Bantargebang, Panitia Minta Maaf

KETIKKABAR.com – Sebuah video viral memperlihatkan warga di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, diminta membayar Rp15.000 untuk mendapatkan satu kantong daging kurban. Video tersebut menuai protes warganet dan menimbulkan pertanyaan soal etika pembagian kurban.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo, dua ibu rumah tangga mengaku membayar Rp45.000 untuk tiga kantong daging. “Sudah nebus Rp45 ribu, satu kantong Rp15 ribu,” ujar salah satu warga dalam rekaman.

Warganet pun geram, mengingat daging kurban seharusnya dibagikan secara cuma-cuma. Bahkan, disebutkan video itu muncul setelah adanya himbauan dari tokoh publik Dedi Mulyadi soal larangan penarikan biaya dalam distribusi kurban.

Panitia: Uang untuk Biaya Potong Sapi

Salah satu panitia kurban, Tarmin, menjelaskan bahwa pungutan Rp15.000 bukanlah jual beli, melainkan bentuk “sumbangan operasional”. Ia mengaku awalnya mencari sendiri hewan kurban dari para donatur karena wilayah Cikiwul sempat tidak kebagian kurban.

BACA JUGA:
TP-PKK Aceh Besar Luncurkan Sekolah Lansia Srikandi dan Perkuat Penanganan Stunting

“Setelah dapat tiga ekor sapi dari hamba Allah, kami sepakat minta bantuan Rp15.000 untuk biaya potong dan kerja seharian. Tidak semua warga dipungut,” ujar Tarmin, Minggu (9/6).

Baca Juga: Pemkab Aceh Besar Serahkan Empat Sapi Qurban untuk Warga Tiga Kecamatan

Meski begitu, Tarmin mengaku khilaf dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga serta aparatur wilayah.

“Saya minta maaf ke RT, RW, camat, bahkan Pak Wali Kota,” ucapnya.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, menyebut persoalan ini telah diselesaikan secara musyawarah.

“Sudah dikomunikasikan dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.[]

TERKAIT LAINNYA