KETIKKABAR.com – Langkah politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang belakangan kerap melontarkan kritik terhadap jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dinilai sebagai upaya strategis untuk “membebaskan” Presiden Prabowo Subianto dari bayang-bayang kepentingan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi.
Penilaian ini disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. Ia menduga, PDIP tengah menjalankan misi khusus untuk membersihkan pengaruh Jokowi dari lingkar kekuasaan Prabowo.
“Bisa jadi PDIP ditugaskan untuk menyuarakan agar warisan Jokowi dibersihkan dari kabinet. Sebab, menteri-menteri warisan Jokowi justru membuat Prabowo tersandera oleh kepentingan politik lama,” ujar Muslim kepada RMOL, Minggu (1/6).
Menurut Muslim, langkah PDIP ini bukan hanya soal politik kekuasaan, tetapi juga sebagai bagian dari “pertobatan politik”.
Baca Juga: Djarot Tegas di Hari Lahir Pancasila: Koruptor dan Perusak Alam Adalah Pengkhianat Bangsa
PDIP, katanya, ingin melepaskan diri dari beban masa lalu karena pernah mendukung Jokowi sejak menjabat Wali Kota Solo hingga dua periode Presiden RI.
“Itu meninggalkan beban. Salah satu beban besar itu adalah kasus ijazah palsu Jokowi yang sampai saat ini masih jadi sorotan. Belum lagi sejumlah menterinya yang masih berada di kabinet Prabowo, yang terjerat kasus dan menambah kegaduhan,” tegasnya.
Muslim menilai, jika Prabowo ingin membangun pemerintahan yang kuat dan bersih, maka perlu ada penyikapan tegas terhadap warisan politik era Jokowi, baik dalam bentuk figur menteri maupun isu-isu kontroversial lainnya.[]


















