Edukasi

Workshop CV BEM USK dan FKIP: Menulis Diri, Menjemput Masa Depan

KETIKKABAR.com – Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM Universitas Syiah Kuala (USK), berkolaborasi dengan BEM FKIP USK, menggelar Workshop Pelatihan Pembuatan Curriculum Vitae (CV) yang diselenggarakan di kawasan pendidikan Darussalam, Aceh.

Lebih dari sekadar forum pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh secara personal dan profesional.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pengembangan diri, workshop ini menjadi ruang pertemuan antara pengetahuan, pengalaman, dan harapan masa depan.

Ketua Panitia, Arafatum Zamzami, membuka kegiatan dengan sudut pandang yang unik. Menurutnya, CV adalah seni membaca dan menulis diri.

“Kami percaya bahwa di balik setiap lembar CV yang tersusun rapi, tersimpan keberanian untuk bermimpi dan tekad untuk menjemput masa depan,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Pandangan serupa juga diutarakan oleh Ririn Yohana, Dirjen PSDM BEM USK. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya teknis, melainkan juga spiritual dan personal.

“Ini adalah proses mengenal diri dan menegaskan identitas. Bekal utama dalam perjalanan karier dan kehidupan,” tuturnya penuh inspirasi.

BACA JUGA:
USK dan Badan Bahasa Jalin Kerja Sama, Perkuat Kompetensi Bahasa Menuju Kampus Kelas Dunia

Ade Abdillah Lubis, Sekretaris Menteri PSDM BEM USK, juga menyoroti pentingnya literasi administrasi dalam membangun kapasitas pemuda.

“Ini bagian dari ikhtiar kolektif agar mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara administratif dan profesional,” katanya dengan nada penuh semangat.

Baca Juga: Kasus Mumps di Aceh Jaya: Alarm untuk Kesiapsiagaan Terhadap Penyakit Menular

Sementara itu, Ketua BEM FKIP USK, Darlis Arif Al Hadi, menyampaikan makna penting dari kolaborasi lintas lembaga mahasiswa.

“Kami hadir bukan untuk berjalan sendiri, tapi bergandengan tangan membangun generasi muda yang siap menyambut tantangan global dengan integritas dan kompetensi,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal BEM USK, Tio Pratama, dalam pidatonya menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata dari komitmen struktural lembaga mahasiswa untuk menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang progresif.

“Inisiatif seperti ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya bagi individu peserta, tapi juga bagi peradaban kampus kita yang lebih berdaya dan berbudaya,” ujarnya.

BACA JUGA:
Tingkatkan Profesionalisme Pers, 26 Wartawan di Aceh Dinyatakan Kompeten dalam UKW 2026

Shaliha Rizqina: CV sebagai Alat Bicara Diri

Sebagai narasumber utama, hadir Shaliha Rizqina, S.Psi., lulusan Psikologi Universitas Brawijaya yang dikenal akan dedikasinya dalam pengembangan diri generasi muda.

Dalam sesi yang interaktif dan reflektif, Shaliha mengajak peserta memandang CV bukan hanya sebagai persyaratan formal, tetapi sebagai “alat bicara yang meyakinkan dan membuka jalan”.

“CV adalah cermin kepercayaan diri. Bukan sekadar daftar riwayat, tapi narasi yang hidup,” ucapnya.

Workshop ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik perhatian besar dari kalangan mahasiswa serta pelajar. Ruang acara penuh dengan energi positif, menunjukkan bahwa semangat belajar dan membekali diri masih menyala di tengah tantangan zaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM USK dan BEM FKIP USK tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menyulut semangat perubahan. Sebuah langkah kecil yang akan bermuara pada gerak besar: membentuk generasi muda yang siap bersaing di dunia nyata, dengan kepala tegak dan CV yang berbicara.

TERKAIT LAINNYA