KETIKKABAR.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) disebut tengah memainkan peran baru di panggung politik nasional, yakni sebagai pengontrol kinerja Kabinet Merah Putih (KMP) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utamanya? Para menteri warisan dari era Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyikapi kritik tajam PDIP terhadap sejumlah menteri yang kini masih bertahan di kabinet pasca transisi kekuasaan.
“Bisa saja PDIP menjadi partai kontrol atas kinerja KMP. Dalam komunikasi politik, bisa terjadi berbagai bentuk kerjasama ataupun tekanan yang mencerminkan kebutuhan Prabowo terhadap PDIP,” ujar Hari kepada RMOL, Jumat (30/5).
Baca Juga: Ade Irfan Sebut Jokowi Cocok Pimpin PPP: “Ada Suasana Kebatinan Beliau dengan Partai Ka’bah”
Menurut Hari, kebutuhan politik Prabowo sebagai presiden sangat kompleks dan beragam. Dalam situasi seperti itu, PDIP dengan kekuatan politik dan pengalaman panjangnya dinilai bisa menjadi mitra strategis, meskipun dari luar pemerintahan.
“Apalagi, hubungan antara Prabowo dan PDIP sudah terjalin jauh sebelum nama Jokowi mencuat di kancah politik nasional,” tambahnya.
Pernyataan ini seakan menegaskan bahwa dinamika politik pasca-Pilpres 2024 masih sangat cair. PDIP yang sebelumnya menjadi partai pengusung utama Jokowi, kini mengambil posisi yang lebih kritis terhadap para menteri peninggalan mantan presiden itu.
Langkah PDIP ini bisa menjadi sinyal bahwa oposisi atau kontrol terhadap kekuasaan tidak harus datang dari luar lingkaran elite, melainkan bisa dimainkan oleh partai besar yang cermat membaca peluang dan perubahan arah angin politik nasional.[]


















