KETIKKABAR.com – Krisis infrastruktur kembali menghantam Spanyol. Selasa dini hari, 20 Mei 2025, seluruh jaringan seluler utama di negara itu mengalami gangguan besar-besaran, membuat jutaan warga kehilangan akses komunikasi dan internet.
Pemadaman ini terjadi hanya empat minggu setelah krisis listrik nasional yang sempat melumpuhkan ibukota hingga pesisir.
Menurut laporan harian Metro UK dan El País, gangguan dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan berdampak pada lima operator besar: Movistar, Orange, Vodafone, Digimobil, dan O2.
Pengguna mengeluhkan hilangnya sinyal, lumpuhnya layanan telepon dan internet seluler, serta terputusnya jalur komunikasi darurat.
Laporan dari Downdetector menunjukkan lebih dari 70 persen pengguna mengalami pemadaman total, sementara 18 persen melaporkan kehilangan sinyal, dan sisanya mengaku menghadapi pemadaman listrik menyeluruh di wilayah tertentu.
Layanan Darurat Lumpuh, Pemerintah Sediakan Nomor Alternatif
Kondisi menjadi genting ketika saluran darurat 112 sempat dinonaktifkan di sejumlah wilayah, termasuk Aragón, Extremadura, Negara Basque, dan Komunitas Valencia.
Pemerintah setempat bergerak cepat dengan menyediakan nomor alternatif untuk menjangkau layanan penting.
Baru pada Selasa siang, sebagian jalur darurat di wilayah Aragon, La Rioja, Andalusia, dan Valencia berhasil dipulihkan.
Namun, menurut keterangan pejabat di Basque Country, gangguan bersifat sporadis dan di luar kendali otoritas manajemen darurat setempat.
Telefonica, raksasa telekomunikasi Spanyol yang menjadi induk sejumlah operator besar, mengakui adanya masalah teknis akibat peningkatan sistem jaringan.
“Kami melakukan pembaruan yang berdampak pada layanan beberapa perusahaan,” ujar juru bicara Telefonica kepada The Independent. “Kami tengah bekerja keras memulihkan sepenuhnya.”
Rentetan Gangguan Infrastruktur, Serangan Siber?
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan besar yang melanda Semenanjung Iberia dalam sebulan terakhir.
Pada akhir April, Spanyol dan Portugal mengalami pemadaman listrik selama hampir 23 jam, melumpuhkan sistem transportasi, penerbangan, pembayaran, hingga layanan publik lainnya.
Pemerintah Spanyol telah meluncurkan penyelidikan resmi terhadap insiden pemadaman listrik sebelumnya.
Seorang hakim pengadilan tinggi bahkan tengah menyelidiki dugaan keterlibatan serangan siber dalam rentetan gangguan yang menguji ketahanan sistem nasional.
Meski demikian, Perdana Menteri Pedro Sánchez bersama Presiden Red Eléctrica Española (REE), Beatriz Corredor, menepis spekulasi bahwa transisi energi terbarukan adalah biang keladinya.
“Kita tidak sedang membayar harga dari energi hijau. Kita sedang menghadapi tantangan era digital dan interkoneksi global yang perlu sistem keamanan lebih kokoh,” ujar Sánchez dalam pernyataannya pekan lalu.
Ketergantungan Digital dan Ujian bagi Infrastruktur
Gangguan layanan telekomunikasi dan listrik dalam waktu berdekatan memunculkan kekhawatiran baru tentang kerentanan sistem infrastruktur Spanyol, terutama di tengah ambisi digitalisasi dan transisi energi bersih.
Kementerian Transformasi Digital dan Layanan Sipil menyatakan terus memantau situasi dan menuntut laporan rinci dari penyedia layanan.
“Kami menunggu penjelasan menyeluruh serta kerangka waktu pemulihan total,” ujar juru bicara kementerian.
Dengan dua krisis infrastruktur besar hanya dalam hitungan minggu, Spanyol kini menghadapi ujian penting: apakah sistem vital negara mampu bertahan dalam dunia yang semakin terkoneksi dan rentan?[]


















